SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Tanah longsor terjadi di ruas Jalan Sumedang–Subang, tepatnya di Dusun Cikondang RT 03 RW 03, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang Bambang Rianto mengatakan, longsor disebabkan curah hujan tinggi yang mengakibatkan tanah menjadi labil.
Baca Juga:Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang BerhakPemancing Ramai Padati Jatigede, Pedagang Ikut Kebanjiran Rezeki
“Material sempat menutup sebagian jalan, sehingga dilakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Bambang kepada Sumeks, Senin (13/4).
Dikatakan, material longsoran dari area pesawahan milik warga menutup sebagian badan jalan provinsi, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah sempat terganggu dan diberlakukan sistem buka tutup jalur.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, penanganan sempat menghadapi kendala akibat kondisi cuaca yang masih tidak menentu,” kata Bambang.
Ia menjelaskan, tim Pusdalops dan TRC BPBD langsung menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat setempat.
“Penanganan awal dilakukan secara manual bersama TNI, Polri, perangkat desa, serta masyarakat setempat, sambil menunggu alat berat dari Dinas PUTR Provinsi,” tuturnya.
Upaya pembersihan material, ujar Bambang, sempat terhambat longsor susulan yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Tapi meski demikian, petugas BPBD tetap melanjutkan proses evakuasi material hingga malam hari.
Baca Juga:Sehari Diterjang Bencana, Jalur Cadas Pangeran Sempat Lumpuh TotalRawan Longsor Tiap Tahun, BPBD Sumedang Lakukan Mitigasi di Jalur Cadas Pangeran
“Penanganan dilakukan secara bertahap. Sempat ada longsor susulan, namun tim tetap siaga hingga kondisi aman. Alat berat juga diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan,” tambah Bambang.
Hingga pukul 22.00 WIB, proses penanganan masih berlangsung dengan fokus pada pembersihan sisa material dan perapihan drainase. Akses lalu lintas pun masih diberlakukan buka tutup.
“Kami memastikan proses penanganan longsor selesai pada pukul 23.00 WIB. Seluruh material yang menutup badan jalan berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas kembali normal,” bebernya.
Bambang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan di wilayah Sumedang masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
