Harga Cabai Rawit di Parakanmuncang Masih Tinggi, Pemkab Sumedang Siapkan Operasi Pasar Murah

Harga cabai rawit merah di wilayah Cimanggung, Kabupaten Sumedang, masih bertahan di angka Rp80.000 per kilogr
Harga cabai rawit merah di wilayah Cimanggung, Kabupaten Sumedang, masih bertahan di angka Rp80.000 per kilogram. (ISTIMEWA)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, Cimanggung – Harga cabai rawit merah di wilayah Cimanggung, Kabupaten Sumedang, masih bertahan di angka Rp80.000 per kilogram. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Parakanmuncang dan belum menunjukkan adanya penurunan sejak pasca Lebaran.

Koordinator Pasar Parakanmuncang, Amung, mengatakan bahwa harga cabai rawit merah masih berada di level tinggi akibat pasokan yang belum sepenuhnya stabil. Hal ini membuat harga komoditas tersebut belum bergerak turun seperti yang diharapkan masyarakat.

Meski demikian, Amung menyebutkan bahwa harga kebutuhan pokok lainnya relatif stabil. Setelah Lebaran, sebagian besar komoditas tidak mengalami kenaikan berarti, sehingga kondisi pasar masih cukup terkendali.

Baca Juga:Diguyur Hujan Deras, Jalan Sumedang–Subang Tertimbun LongsorAkhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Menurutnya, stabilnya harga kebutuhan pokok lain menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Warga masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun harus menyesuaikan dengan harga cabai yang masih tinggi.

Selain cabai rawit merah, komoditas telur ayam ras tercatat berada di harga Rp32.050 per kilogram. Harga tersebut masih bertahan dan belum mengalami perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah disebut akan segera menggelar operasi pasar murah. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Rencananya dalam waktu dekat ini pemerintah Kabupaten Sumedang akan mengadakan operasi pasar murah. Informasi yang kami dapat, rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2026,” terang Amung.

Dengan adanya rencana tersebut, masyarakat diharapkan dapat sedikit terbantu, khususnya dalam menghadapi harga cabai rawit merah yang masih tinggi. Selain itu, operasi pasar murah juga diharapkan mampu menstabilkan harga di pasaran dalam waktu dekat. (kos)

0 Komentar