SUMEDANGEKSPRES — Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai mengembangkan program Desa Sosial, sebagai upaya mempercepat penanganan masalah sosial secara merata hingga ke wilayah pedesaan.
Program perdana tersebut dilaksanakan di Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, beberapa hari lalu, yang dinilai memiliki tantangan sosial sekaligus potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat.
“Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Sosial Kabupaten Sumedang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, kecamatan, unsur Muspika, BPD, hingga berbagai stakeholder lainnya,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Agus Kori Hidayat di ruang kerjanya, Selasa (12/5).
Baca Juga:Energizing Indonesia di Panggung Dunia: Startup Binaan Pertamina Tembus Top 6 Global Social Innovation ChallenPererat Sinergi dan Inovasi: Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang Studi Banding ke PDAM Tirta Marta
Kata Agus, Desa Cimanggung dipilih lantara memiliki jumlah penduduk cukup padat, mencapai lebih dari 11 ribu jiwa. Selain itu, angka keluarga prasejahtera di wilayah tersebut masih tergolong tinggi, sehingga membutuhkan perhatian khusus.
“Tujuan utama program ini adalah mempercepat penanganan masalah sosial agar tidak hanya bertumpu di pusat kota, tetapi juga menjangkau daerah-daerah,” ujar Agus menegaskan.
Meski menghadapi persoalan sosial, sambung Agus, namun Cimanggung dinilai memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan, untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Potensi tersebut antara lain sektor pertanian seperti budidaya cabai dan lobak, serta potensi wisata berbasis lingkungan yang mulai berkembang, termasuk tren wisata permainan alam atau hidden game.
“Kami berharap, potensi ini dapat dikelola secara optima, l sehingga mampu menghasilkan pendapatan bagi masyarakat dan mendukung program sosial secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Agus, program Desa Sosial menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik. Di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni, pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas, hingga penyaluran bantuan sembako kepada sekitar 150 lebih keluarga kurang mampu.
“Selain itu, digelar pula pelatihan digital marketing yang melibatkan OJK Jawa Barat, Bank Sumedang, dan BJB. Kegiatan lain berupa penyuluhan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana terkait pengaturan kelahiran dan pemanfaatan metode KB bagi keluarga prasejahtera,” bebernya.
