Ratusan Abang Becak di Sumedang Ikuti Pelatihan Pengoperasian Betrik, Bupati: Pelayanan Harus Ramah dan Someah

Sebanyak 220 tukang becak di Kabupaten Sumedang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan penggunaan becak listr
Sebanyak 220 tukang becak di Kabupaten Sumedang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan penggunaan becak listrik sebagai bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Halaman Upacara Setda, Rabu (9/9/2026).
0 Komentar

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pesan khusus Presiden Prabowo agar para penerima manfaat dapat menggunakan dan menjaga bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Program ini diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya. Para penerima juga diingatkan untuk tidak menyerahkan uang kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan program bantuan becak listrik.

“Tujuan beliau satu, karena banyak tukang becak di Indonesia ini usianya sudah lanjut dan masih menyewa. Supaya bapak-bapak semua itu punya aset di usia lanjut, berupa becak listrik,” ujar perwakilan GSN.

Baca Juga:Empat calon gugur, Pilkades Cimanintin Tamat Sebelum BertandingDampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Sumedang, Bupati Dony Minta Warga Pantau Kualitas Udara Set

Harga satu unit becak listrik disebut berada di atas Rp20 juta. Karena itu, penerima diminta menjaga bantuan tersebut dan tidak menjual, menggadaikan maupun menyewakannya kepada orang lain.

Program tersebut juga menyasar tukang becak berusia 55 tahun ke atas pada gelombang pertama. Sementara tukang becak yang berusia di bawah 55 tahun akan tetap didata untuk mendapatkan bantuan pada tahap berikutnya.

Secara nasional, Presiden Prabowo disebut menargetkan produksi sekitar 70.000 unit becak listrik yang akan didistribusikan secara bertahap hingga 2027. Untuk tahap awal, Kabupaten Sumedang mendapatkan 220 unit.

“Untuk yang belum dapat di periode pertama, tolong jangan berkecil hati. Kami hanya menjalankan amanah. Kita selesaikan dulu untuk para lansia,” ujar perwakilan GSN.

Dalam pelatihan tersebut, para tukang becak juga mendapatkan teori dan praktik dari tim teknis PT Pindad selaku pihak yang memproduksi becak listrik tersebut.

Para peserta diminta serius mengikuti pelatihan karena meskipun sudah terbiasa mengendarai becak, becak listrik memiliki karakteristik pengoperasian yang berbeda.

“Memang kalau bapak-bapak semua tukang becak sudah bisa naik becak, cuma beda ini. Ini becak listrik,” jelasnya.

Baca Juga:DEN Jadikan Sumedang Percontohan Digitalisasi Bansos, 15 Investor Diajak Lihat LangsungDapat Bantuan Betrik dari Presiden Prabowo, Pria di Cirebon Malah Menjualnya Seharga Rp 8 Juta

Ia mencontohkan, ketidakmampuan mengendalikan laju becak listrik dapat membahayakan pengemudi. Karena itu, pemahaman mengenai cara mengoperasikan kendaraan menjadi bagian penting sebelum becak digunakan sehari-hari.

Selain pelatihan, para penerima juga akan melalui proses registrasi dan pendataan untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima sesuai kriteria.

Untuk pengisian daya, becak listrik tersebut dapat menggunakan listrik rumah tangga dengan biaya pengisian yang relatif terjangkau. Ke depan, pemerintah daerah juga didorong menyiapkan titik-titik pengisian daya di sejumlah pangkalan atau lokasi yang ramai. (red)

0 Komentar