Perlinsos Tanjungkerta Sumedang Baru 57,21 Persen, Perekaman Data Dikebut

Perlinsos Tanjungkerta Sumedang Baru 57,21 Persen, Perekaman Data Dikebut
Perlinsos Tanjungkerta Sumedang Baru 57,21 Persen, Perekaman Data Dikebut
0 Komentar

Kondisi tersebut membuat agen terkadang harus mencari lokasi yang memiliki jaringan lebih baik agar proses perekaman dapat dilakukan.

“Perekaman terkadang harus ditarik atau mencari titik yang ada sinyal internet. Salah satu kendalanya memang titik sinyal atau daerah blank spot, sehingga proses rekaman agak terkendala,” jelasnya.

Agen Perlinsos Terus Didorong

Dalam proses pemutakhiran data, Kecamatan Tanjungkerta melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, guru, pegawai kecamatan hingga agen Perlinsos.

Baca Juga:Harga Cabai Rawit Merah di Tanjungsari Tembus Rp85 Ribu, Naik hingga Rp25 RibuBukan Nama Biasa, Ini Cerita di Balik Samalengoh Camp Gunturmekar Sumedang

Indra mengatakan dirinya juga turut menjadi agen dalam proses perekaman data. Perkembangan capaian juga dipantau setiap hari untuk mengetahui sejauh mana proses pemutakhiran berjalan.

Pihak kecamatan menerima laporan dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) maupun pemerintah daerah. Laporan tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah percepatan.

“Kami cek setiap hari dan dari PKH selalu ada laporan ke sini, dari Pemda juga. Sehingga kita bisa memperhitungkan sejauh mana upaya kita dalam Perlinsos ini. Itu menjadi bahan evaluasi,” katanya.

Indra berharap keterlibatan lebih banyak unsur, termasuk TNI dan Polri, dapat membantu mempercepat perekaman sehingga target pemutakhiran data Perlinsos dapat tercapai.

“Kami dari kecamatan siap membantu dan memfasilitasi apa yang menjadi keluhan para agen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para agen yang telah membantu proses pemutakhiran data masyarakat.

“Mudah-mudahan pencapaian Kecamatan Tanjungkerta bisa terus meningkat dan kita dapat mempercepat target yang sudah ditetapkan pemerintah pusat,” pungkasnya. (kki)

0 Komentar