TANJUNGKERTA – Pemutakhiran data Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, masih terus dikebut. Capaian perekaman data masyarakat sasaran saat ini baru mencapai 57,21 persen.
Angka tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Pemutakhiran data Perlinsos ditargetkan dapat mencapai 100 persen pada Desember.
Camat Tanjungkerta Dr. Indra Wahyudinata, S.Sos., M.Si. mengatakan pihaknya terus mendorong seluruh agen Perlinsos mempercepat proses perekaman data masyarakat yang menjadi sasaran.
Baca Juga:Harga Cabai Rawit Merah di Tanjungsari Tembus Rp85 Ribu, Naik hingga Rp25 RibuBukan Nama Biasa, Ini Cerita di Balik Samalengoh Camp Gunturmekar Sumedang
“Capaian Kecamatan Tanjungkerta sampai kemarin baru mencapai 57,21 persen. Ini tentu belum mencapai target sesuai arahan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda yang menargetkan 100 persen pada Desember,” kata Indra saat ditemui di kantornya.
Kecamatan Tanjungkerta memiliki 3.782 kepala keluarga (KK) sasaran. Berdasarkan capaian tersebut, Tanjungkerta berada di peringkat ke-12 dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Mengapa Data Perlinsos Perlu Dimutakhirkan?
Indra menjelaskan, pemutakhiran data Perlinsos diperlukan untuk memperoleh data masyarakat yang lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan masyarakat yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan pemerintah sesuai ketentuan Kementerian Sosial.
“Alhamdulillah Sumedang menjadi pilot project di Indonesia. Nantinya data-data Perlinsos ini bisa menjadi dasar untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Sumedang menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project dalam pelaksanaan Perlinsos. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, terdapat 43 kabupaten/kota yang terlibat dalam program tersebut.
Menurut Indra, pemutakhiran data menjadi bagian penting agar program perlindungan sosial dapat menyasar masyarakat yang memang memenuhi kriteria.
Baca Juga:Tak Punya Smartphone, Warga Sumedang Tetap Bisa Daftar BansosHarga Tiket Samalengoh Camp Gunturmekar Sumedang
Perekaman Perlinsos Terkendala Sinyal Internet
Percepatan perekaman data di Tanjungkerta masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan kebutuhan kuota internet serta perangkat telepon seluler yang digunakan para agen.
“Yang menjadi kendala di antaranya kuota karena tidak ada honor bagi agen Perlinsos. Kemudian terkait kekuatan alat atau handphone yang memang belum semuanya memadai,” kata Indra.
Kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah wilayah di Kecamatan Tanjungkerta masih memiliki titik yang mengalami blank spot atau sulit mendapatkan jaringan internet.
