SUMEDANGEKSPRES – Tidak ada penundaan. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Sumedang tetap digelar 28 Oktober 2026.
Bedanya, ada perubahan besar pada sistem pemungutan suara.
Pilkades yang sebelumnya dirancang menggunakan sistem digital hanya di satu TPS per desa sebagai uji coba, kini diputuskan full digital di seluruh TPS.Totalnya tidak sedikit. Sebanyak 92 desa akan menggelar Pilkades dengan sistem tersebut di 424 TPS.
Kepastian itu ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Sumedang Sidik Jafar, Kamis (8/10).
Menurut Sidik, keputusan menerapkan sistem digital di seluruh TPS diambil setelah dilakukan simulasi.
Baca Juga:Sumedang Siap Gelar Pilkades dengan Cara BerbedaTinjau Perbaikan TPT, Bupati: Penanganan Permanen Dijadwalkan Januari 2027
Hasilnya, sistem dinilai mudah digunakan, efektif, sekaligus mampu mempercepat proses penghitungan dan rekapitulasi suara.
“Pilkades tetap tanggal 28 Oktober 2026. Tidak ada penundaan,” tegas Sidik.
Ia mengatakan, perubahan skema dari uji coba menjadi penerapan penuh merupakan hasil evaluasi terhadap kesiapan sistem.
Karena itu, seluruh pihak kini diminta fokus pada persiapan teknis. Termasuk memastikan masyarakat memahami bagaimana cara menggunakan sistem pemungutan suara digital.
Sidik meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang segera melakukan sosialisasi secara masif.Jangan sampai teknologinya sudah siap, tetapi pemilih justru bingung ketika berada di TPS.
“Yang paling penting sekarang sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat harus tahu dan memahami tata cara pemilihan secara digital,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Bupati Sumedang, Sekretaris Daerah, perwakilan DPMD Provinsi Jawa Barat, sejumlah kepala SKPD terkait, serta para ketua panitia Pilkades tingkat desa.
Baca Juga:Perpanjangan PPPK Bukan Cek Kosong, Ada Disiplin dan Tanggung JawabSah, Bunda Bilqis Nahkodai Golkar Sumedang: Ujian Sangat Berat Tetapi Mulia
Sidik menegaskan, pelaksanaan Pilkades digital harus tetap berpegang pada aturan. Persiapan juga harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan di 424 TPS berjalan serentak, aman dan lancar.
Jika sukses, kata Sidik, Pilkades 2026 akan menjadi catatan penting bagi Sumedang.
“Bukan hanya memilih kepala desa secara serentak, tetapi juga menguji langsung penerapan teknologi digital dalam pesta demokrasi di tingkat desa.Target akhirnya sederhana, pemilihan berlangsung lancar, hasilnya akurat, dan kepala desa terpilih memiliki legitimasi kuat dari masyarakat,” pubgkasnya. (red)
