Sumedang Siap Gelar Pilkades dengan Cara Berbeda

Sumedang Siap Gelar Pilkades dengan Cara Berbeda
Sumedang Siap Gelar Pilkades dengan Cara Berbeda
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Pilkades serentak Kabupaten Sumedang tahun ini bakal berbeda.

Tak ada lagi penghitungan suara secara manual di TPS.Sebanyak 92 desa dengan sekitar 400 an TPS akan menggunakan sistem pemilihan kepala desa secara elektronik.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, penerapan sistem digital tersebut diberlakukan di seluruh TPS yang menggelar Pilkades. Bukan sekadar pilot project di beberapa desa.

“Pemilihan kepala desa akan dilakukan secara elektronik di seluruh TPS,” kata Dony, Kamis (8/10).

Baca Juga:Tinjau Perbaikan  TPT, Bupati: Penanganan Permanen Dijadwalkan Januari 2027Perpanjangan PPPK Bukan Cek Kosong, Ada Disiplin dan Tanggung Jawab

Menurut Dony, keputusan tersebut merupakan bagian dari transformasi digital, yang terus didorong Pemkab Sumedang, bukan tanpa alasan, sebab, digitalisasi pelayanan pemerintahan di tingkat desa juga sudah mulai berjalan.

“Pilkades elektronik, bukan hal yang sepenuhnya baru. Sejumlah daerah di Indonesia telah menerapkan sistem serupa, di antaranya Kabupaten Indramayu dan Bekasi,” ujarnya.

Lebih jauh Dony menyebut setidaknya ada tiga keuntungan utama.

Pertama, proses pemungutan dan penghitungan suara lebih cepat. Kedua, hasil lebih akurat karena sistem elektronik dapat meminimalkan kesalahan penghitungan dan ketiga, penggunaan kertas bisa ditekan.

“Ini juga bagian dari upaya menyesuaikan pelaksanaan Pilkades dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Namun, Dony sadar sistem baru selalu punya tantangan. Terutama soal kesiapan masyarakat dan petugas di TPS.Karena itu, Pemkab Sumedang tidak ingin sekadar memasang perangkat, lalu berharap semuanya berjalan mulus.

“Sosialisasi akan digencarkan. Masyarakat akan diberi pemahaman mengenai tata cara memilih menggunakan perangkat elektronik,” imbuhnya.

Sedangkan soal materi, pihaknya akan disebarkan melalui poster, baliho, video tutorial hingga sosialisasi langsung ke desa-desa, bahkansimulasi juga akan dilakukan di sejumlah wilayah.

Baca Juga:Sah, Bunda Bilqis Nahkodai Golkar Sumedang: Ujian Sangat Berat Tetapi MuliaCharacter Building Atlet Porprov  Ditutup, Kadisbudparpora:  Upaya Membangun Mental

“Dengan simulasi, masyarakat akan lebih mudah ketika pelaksanaan sebenarnya,” kata Dony.

Tak hanya pemilih, sambung Dony, panitia Pilkades dan KPPS juga akan digembleng melalui bimbingan teknis (bimtek).

“Mereka akan dibekali kemampuan mengoperasikan perangkat sekaligus mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin terjadi di TPS,” terangnya.

Bahkan, seluruh perangkat daerah juga akan dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan Pilkades digital tersebut.

Dony berharap, perubahan sistem ini tidak sekadar membuat penghitungan suara lebih cepat.

0 Komentar