Saat meninjau tempat pengolahan sampah, Taufiq mengapresiasi upaya Pemkab Sumedang dalam mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
“Ini keren banget. Memanfaatkan sampah organik untuk kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini berarti kita ikut menjaga bumi, karena keanekaragaman hayati tetap terjaga,” ungkap Taufiq.
Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman, sedangkan maggot bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan.
Baca Juga:Ini DuniakuDarurat Kekerasan Di Sekolah DPP Agpaii Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk Ke Dalam Ruu
Pendekatan ini, kata dia, menciptakan siklus pemanfaatan sumber daya yang membantu mengurangi sampah sekaligus mendukung kehidupan tanaman dan hewan.
Taufiq menilai, tantangan lingkungan yang dihadapi Jakarta dan Sumedang pada dasarnya sama, mulai dari perubahan iklim, polusi udara, hingga berkurangnya keanekaragaman hayati.
Karena itu, menjaga bumi harus dimulai dari lingkungan terdekat. Pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan bersama oleh pemerintah dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui pembagian tugas yang jelas, standar operasional prosedur, dan keterlibatan warga agar inovasi lingkungan tidak berhenti di tengah jalan.
