Bupati Sumedang Perketat Sidak Dapur MBG Pastikan Keamanan Pangan dan Kualitas Gizi

Bupati Sumedang Perketat Sidak Dapur MBG, Pastikan Keamanan Pangan dan Kualitas Gizi
Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan langsung ke lapangan.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan langsung ke lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi sesuai ketentuan, menjaga kualitas makanan, serta menjamin keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan, pengawasan program MBG menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga:Bupati Sumedang : Kualitas Program MBG Terus Membaik Pengawasan Diperketat dan Transparansi DitingkatkanBupati Sumedang Tinjau Uji Coba MBG Sistem Shokuiku, Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Gizi Siswa

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan sidak ke dapur SPPG di Desa Gunungmanik, Kecamatan Tanjungsari, Senin (12/10/2026).

“Pemerintah daerah secara intensif melakukan sidak dan monitoring terhadap pelaksanaan MBG. Bahkan, Forkopimda telah dibagi tugas untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan, diperkuat dengan Satgas MBG.

Ini untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan standar yang ditetapkan, karena berkaitan dengan keamanan makanan yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan keselamatan manusia,” ujar Dony.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil positif. Kualitas dapur SPPG di Kabupaten Sumedang terus mengalami perbaikan, baik dari aspek kualitas menu, penyajian makanan, maupun pemenuhan standar operasional.

Perbaikan tersebut juga didukung oleh pemanfaatan aplikasi MBG yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Melalui sistem digital tersebut, informasi mengenai menu dan kandungan gizi makanan dapat diakses masyarakat sehingga pelaksanaan program menjadi lebih transparan dan mudah diawasi.

Dony menyebutkan, saat ini terdapat 150 dapur SPPG di Kabupaten Sumedang yang melayani sekitar 1.900 sekolah, 298 pesantren, serta 50 ribu ibu hamil dan balita.

Baca Juga:Demi Menguasi Mobil, Dua Remaja di Sumedang Nekat MembunuhRobinhood Sapi Asal Sumedang Berbobot 1,4 Ton Taklukkan Kontes Nasional Piala Presiden 2026

“Alhamdulillah, sampai saat ini pelaksanaan MBG di Sumedang berjalan dengan baik. Ini berkat kerja keras semua pihak. Dapur SPPG terus berbenah, pemerintah turun langsung melakukan pengawasan, dan kita memperkuat sistem yang transparan agar pelaksanaan program ini semakin berkualitas,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap program MBG tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat.

Keterbukaan informasi melalui platform digital memberikan ruang bagi masyarakat dan orang tua untuk mengetahui menu yang disajikan sekaligus turut mengawasi kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat.

0 Komentar