Mie Istighfar Cipadung, Kuliner Pedas yang Bikin Nagih

Mie Istighfar Cipadung, Kuliner Pedas yang Bikin Nagih
Mie Istighfar di Cipadung, Tanjungkerta, hadir sejak 2014 dengan menu mi ceker, seblak prasmanan, dan lumpia basah yang menarik pelanggan.(Kiki/Sumeks)
0 Komentar

TANJUNGKERTA – Semangkuk mie dengan kuah berbumbu, pilihan tingkat kepedasan, dan tambahan ceker menjadi salah satu daya tarik kuliner di Cipadung, Kecamatan Tanjungkerta, Sumedang. Namanya Mie Istighfar, warung yang telah beroperasi sejak 2014 dan menawarkan beragam menu, mulai dari mi pedas hingga seblak prasmanan.

Jumiarti, pemilik Mie Istighfar, mengatakan menu mie dengan tambahan ceker menjadi salah satu favorit pelanggan. Warungnya juga menyediakan seblak dan lumpia basah sebagai pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian berbeda.

“Menu favorit masyarakat Tanjungkerta rata-rata Mie Istighfar ceker. Ada seblaknya juga,” kata Jumiarti saat diwawancarai Sumeks, Kamis (15/10).

Baca Juga:Bupati Dony Raih Grand Baznas Award 2026 Sumedang Perkuat Pengelolaan Zakat Berbasis DigitalPengguna Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku: Bisa Urus Tanah Tanpa Cuti

Salah satu yang membedakan warung ini adalah konsep seblak prasmanan. Pelanggan dapat memilih sendiri aneka topping sesuai selera. Pilihan tersebut memberi keleluasaan bagi pengunjung untuk meracik seblak dengan isian dan tingkat kepedasan yang diinginkan.

“Seblak di sini sistemnya prasmanan. Pelanggan bisa mengambil sendiri topping yang disukai. Pilihannya juga lengkap,” ujarnya.

Selain seblak, tersedia beragam olahan mi dengan cita rasa pedas maupun manis. Lumpia basah turut melengkapi pilihan menu. Keragaman sajian itu membuat warung ini tidak hanya mengandalkan satu jenis makanan untuk menarik pelanggan.

Jumiarti mengatakan warungnya cenderung ramai pada akhir pekan. Ia membuka usaha setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 19.00 WIB, meski terkadang tutup ketika ada keperluan atau kegiatan tertentu.

Menurut dia, menjaga cita rasa dan kualitas makanan menjadi bagian penting dalam mempertahankan pelanggan. Harga yang ramah di kantong juga diharapkan membuat pengunjung dapat menikmati makanan sesuai selera tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Banyak yang bilang mie dan seblaknya enak, bumbunya pas dan berbeda dari yang lain. Ada juga pelanggan dari luar daerah yang datang untuk makan di sini,” tutur Jumiarti.

Ia berharap usaha yang dirintis sejak 2014 itu semakin berkembang, memiliki pelanggan lebih banyak, dan suatu saat dapat membuka cabang.

Baca Juga:Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan Masyarakat : Lebih Hemat Waktu Biaya TenagaSurabi Ajul, Hangat dari Tungku Sejak Subuh

Bagi warga yang ingin mencicipinya, Mie Istighfar berada di kawasan Cipadung, Tanjungkerta, tepat di seberang kantor BRI Cipadung. Dengan pilihan menu yang beragam dan konsep seblak prasmanan, warung ini menjadi salah satu alternatif kuliner bagi pencinta makanan berbumbu dan pedas di kawasan tersebut. (kki)

0 Komentar