“Kami akan melaksanakan penertiban secara humanis. Kami berharap masyarakat, khususnya para petani KJA, dapat kooperatif sehingga prosesnya berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kerugian yang tidak perlu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman penertiban KJA di Waduk Jatiluhur, Cirata, dan Saguling menjadi salah satu rujukan dalam pelaksanaan penertiban di Jatigede. Sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat akan menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran program tersebut.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik sinergi Kodam III/Siliwangi, PJT II, BBWS, dan seluruh pihak terkait dalam upaya menertibkan KJA di Waduk Jatigede.
Baca Juga:Gebyar Layanan Publik di Citimun, Dekatkan Pelayanan kepada WargaDi Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk melindungi kepentingan yang lebih besar, yakni menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan fungsi bendungan sebagai aset pembangunan strategis.
“Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, kepentingan yang lebih besar harus menjadi prioritas, yaitu menjaga usia manfaat bendungan dan kelestarian lingkungan.
Masyarakat Sumedang telah merelakan tanahnya, bahkan kehilangan mata pencaharian ketika wilayahnya digunakan untuk pembangunan bendungan. Karena itu, sangat disayangkan apabila bendungan yang dibangun dengan biaya besar justru mengalami kerusakan akibat pemanfaatan yang tidak sesuai ketentuan,” kata Dony.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga hasil pembangunan sekaligus memastikan seluruh pemanfaatan kawasan waduk berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Meski demikian, Dony memastikan bahwa penertiban KJA tidak boleh mengabaikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas budidaya ikan di kawasan tersebut.
“Prinsipnya, dengan adanya bendungan ini, jangan sampai muncul kemiskinan baru. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berupaya memfasilitasi masyarakat agar dapat beralih profesi dan memperoleh sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dikembangkan adalah mendorong sektor pariwisata Waduk Jatigede agar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga:Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi PertanahanBupati Dony Dorong Duta Baca Jadi Penggerak Literasi dan Pembangun SDM Sumedang
Menurut Dony, pengembangan pariwisata harus didukung aksesibilitas yang memadai, amenitas atau fasilitas pendukung, serta atraksi wisata yang menarik.
Selain itu, pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui program peternakan dan pertanian bagi masyarakat sekitar waduk.
