SUMEDANGEKSPRES – Suasana di depan RS Siloam Putera Bahagia, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon dipadati orang tua dan siswa yang memiliki keluhan sakit perut, Selasa (20/10).
Siswa dikabarkan berasal dari 3 sekolah di sekitar Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon yang dilayani oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satu orang tua siswa, Dony Armando mengungkapkan, anaknya mengeluhkan sakit perut begitu tiba di rumah.
Baca Juga:Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede, Ditargetkan Tuntas dalam Tiga TahunGebyar Layanan Publik di Citimun, Dekatkan Pelayanan kepada Warga
“Mual, muntah dan BAB. Katanya habis makan sayur sop dan telur puyuh,” kata Dony, saat ditemui radarcirebon.com, Selasa, 20, Oktober 2026.
Menurut Dony berdasarkan pengakuan anaknya, sayur sop menu makan bergizi gratis (MBG) tersebut dikonsumsi saat jam istirahat. Kemudian keluhan baru dirasakan sekitar pukul 15.00 WIB.
“Saya ke rumah sakit, ternyata sudah banyak anak-anak dan orang tua dari SD lain,” tuturnya.
Di lokasi, saat ini masih terdapat beberapa siswa yang berdatangan didampingi orang tua.
Namun karena kapasitas IGD di RS Siloam Putera Bahagia sudah penuh, beberapa harus dirujuk ke rumah sakit lain yakni RST Ciremai.
Orang tua siswa lainnya, Agus Bachtiar mengaku kaget saat dihubungi ketika anaknya mengeluhkan mual dan muntah.
“Saya telepon gurunya, menanyakan kenapa anak muntah-muntah setelah makan. Ternyata guru menginformasikan bahwa siswa lain juga mengeluhkan hal yang sama,” tuturnya.
Baca Juga:Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas TanahLayanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan
Kemudian Agus bergegas membawa anaknya ke rumah sakit dan mendapati situasi di IGD sudah ramai dengan orang tua dan siswa yang mengeluhkan hal sama.
Agus mengungkapkan, berdasarkan pengakuan anaknya, telur puyuh tersebut sudah terasa asam saat dikonsumsi.
Tadinya saya berpikir anak saya kondisinya sedang kurang enak badan. Tapi ternyata siswa lain juga merasakan hal yang sama setelah mengonsumsi MBG,” bebernya.
