CIMALAKA — Pemerintah Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, terus menggencarkan sosialisasi dan simulasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara elektronik sebagai upaya mematangkan persiapan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa. Sebanyak 36 Tempat Pemungutan Suara (TPS) disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Pilkades digital di wilayah Kecamatan Cimalaka.
Kasi Pemerintahan Desa (Pemdes) Kecamatan Cimalaka, Yayat Sukarya, menjelaskan bahwa penerapan sistem pemilihan elektronik mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumedang Nomor 3 Tahun 2016 Pasal 56, yang mengatur bahwa pemilihan kepala desa dapat dilaksanakan secara langsung maupun elektronik.
Berdasarkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang, pelaksanaan Pilkades di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang yang mencakup 424 TPS akan menggunakan sistem digital, termasuk 36 TPS yang tersebar di Kecamatan Cimalaka.
Baca Juga:SD IT Insan Sejahtera Buka SPMB 2027/2028Kecamatan Sumedang Utara Lakukan Monev Triwulan III Tahun 2026, Desa Kebonjati Jadi Lokasi Pertama
Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Kabupaten Sumedang sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi dan simulasi yang melibatkan para camat, kepala dinas, serta panitia Pilkades tingkat kecamatan. Menindaklanjuti kegiatan tersebut, Kecamatan Cimalaka menggelar sosialisasi, simulasi pemungutan suara elektronik, sekaligus Deklarasi Damai pada tanggal 16 lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), panitia Pilkades, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tokoh masyarakat, serta 24 calon kepala desa dari wilayah Kecamatan Cimalaka.
Untuk memastikan masyarakat memahami tata cara pemungutan suara menggunakan teknologi digital, jajaran Kecamatan Cimalaka juga aktif turun langsung ke desa-desa hingga tingkat rukun warga (RW). Sosialisasi dan pelatihan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengikuti setiap tahapan pemungutan suara dengan baik.
Dalam pelaksanaannya nanti, setiap TPS akan dilengkapi dua unit tablet yang digunakan sebagai sarana pemungutan suara elektronik. Seluruh staf dan pegawai Kecamatan Cimalaka pun telah mendapatkan pelatihan agar mampu mengoperasikan sistem tersebut dan membantu proses pelaksanaan Pilkades apabila diperlukan.
Menurut Yayat Sukarya, respons masyarakat terhadap penerapan sistem elektronik sejauh ini cukup positif. Bahkan, sejumlah warga lanjut usia (lansia) menilai penggunaan perangkat elektronik lebih mudah dibandingkan metode pemungutan suara secara manual dengan cara mencoblos surat suara.
“Melalui sosialisasi dan simulasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami tata cara pemilihan secara elektronik sehingga pada hari pelaksanaan nanti tidak mengalami kesulitan,” ujarnya.
