Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat atas arahan dan dorongan untuk menerapkan Pilkades digital secara menyeluruh di seluruh desa yang menyelenggarakan pemilihan.
Dony menegaskan, Sumedang menerapkan sistem digital di seluruh desa dan tempat pemungutan suara (TPS) penyelenggara Pilkades. Hal tersebut berbeda dengan pelaksanaan di sejumlah daerah lain yang sebelumnya baru menerapkan sistem digital di sebagian desa atau TPS.
“Di Sumedang, seluruh desa yang melaksanakan Pilkades dan seluruh TPS sudah menggunakan sistem digital. Ini menjadi pelaksanaan secara masif dengan cakupan yang luas,” ujar Dony.
Baca Juga:Direktur Perumda Tirta Medal Ungkap Tantangan Distribusi dan Pastikan Penanganan Optimal di LapanganResmikan Kantor Balai Wartawan PWI, Bupati Sumedang Dorong Pers Jadi Mitra Strategis Pembangunan
Ia menyebutkan, Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumedang dilaksanakan di 92 desa dengan 423 TPS, yang melibatkan sekitar 270.000 pemilih.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Pemkab Sumedang telah mengoordinasikan berbagai unsur, mulai dari pemerintah provinsi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga tenaga pranata komputer.
Setiap desa juga didukung satu pranata komputer untuk memastikan perangkat dan sistem digital dapat berfungsi dengan baik selama proses pemungutan suara berlangsung.
“Karena ini merupakan pelaksanaan Pilkades serentak secara digital dengan cakupan seluruh desa penyelenggara, kami melakukan mobilisasi dan koordinasi seluruh komponen. Pranata komputer juga disiapkan di setiap desa untuk memastikan peralatan berfungsi dengan baik,” katanya.
Dony menambahkan, sosialisasi, simulasi, dan pelatihan bagi petugas menjadi bagian penting dalam persiapan Pilkades digital. Seluruh panitia, termasuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), telah dibekali bimbingan teknis agar memahami mekanisme pelaksanaan serta ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, kesiapan petugas dan pemahaman masyarakat menjadi faktor penting agar penggunaan teknologi tidak menghambat hak pilih warga.
Berdasarkan hasil pemantauan, Dony menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkades digital di Sumedang berlangsung aman dan lancar. Ia juga melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi, ditandai dengan antrean warga yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
Baca Juga:APDESI Dukung Pelaksanaan Pilkades Sistem DigitalKementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Periode Dua Tahun Kabinet Merah Putih
“Dengan sistem digital, proses pemungutan dan penghitungan suara diharapkan lebih cepat, potensi kesalahan rekapitulasi dapat diminimalkan, serta belanja penyelenggaraan menjadi lebih efisien karena tidak lagi membutuhkan surat suara berbahan kertas. Penerapan ini juga merupakan bentuk penyesuaian terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
