Apabila hasilnya tetap sangat tinggi, segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan arahan medis.
Terlebih jika disertai keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, kelemahan atau mati rasa mendadak, gangguan penglihatan, kebingungan, maupun kesulitan berbicara. Kondisi tersebut dapat menandakan kegawatdaruratan medis.
Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya. Segera cari pertolongan medis darurat atau datang ke instalasi gawat darurat (IGD).
Baca Juga:10 Kesalahan Umum dalam Pendaftaran Beasiswa yang Perlu DihindariKebakaran di Rancakalong Hanguskan Tiga Rumah, Ini Dugaan Penyebabnya
6. Bagaimana Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Benar?
Hasil pengukuran dapat dipengaruhi posisi tubuh, aktivitas sebelum pemeriksaan, dan cara penggunaan alat.
Agar hasil lebih akurat, perhatikan beberapa hal berikut:
• Hindari merokok, minum kopi, dan berolahraga setidaknya 30 menit sebelum pengukuran.
• Kosongkan kandung kemih jika diperlukan.
• Duduk tenang selama sekitar lima menit sebelum pemeriksaan.
• Punggung bersandar dan kedua kaki menapak di lantai.
• Letakkan lengan di atas meja dengan posisi sejajar jantung.
• Gunakan manset yang sesuai ukuran lengan dan pasang pada kulit, bukan di atas pakaian.
• Jangan berbicara atau bergerak selama pengukuran.
• Catat hasil pemeriksaan, termasuk waktu pengukuran.
Jika hasil pertama lebih tinggi dari biasanya, lakukan pengukuran ulang setelah beristirahat. Catatan hasil pemeriksaan dari waktu ke waktu dapat membantu tenaga kesehatan menilai kondisi tekanan darah.
7. Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Hipertensi?
Risiko hipertensi dapat dikurangi melalui kebiasaan hidup yang lebih sehat. Langkah ini juga penting bagi orang yang sudah didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi.
Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:
• Mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi natrium.
• Memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
• Melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan.
• Menjaga berat badan tetap sehat.
• Berhenti merokok.
• Mengelola stres.
• Menjaga pola tidur.
• Membatasi makanan olahan yang tinggi garam dan lemak.
Bagi orang yang telah didiagnosis hipertensi, perubahan gaya hidup perlu disertai pengobatan sesuai anjuran dokter apabila diperlukan.
Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tekanan darah tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
