Namun, diagnosis tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan satu kali pengukuran. Tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan berulang dan kondisi masing-masing orang.
3. Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Hipertensi?
Hipertensi dapat dialami siapa saja, termasuk orang yang masih berusia produktif. Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi.
Beberapa di antaranya:
Riwayat keluarga. Seseorang dengan anggota keluarga yang memiliki hipertensi dapat mempunyai risiko lebih tinggi.
Pertambahan usia. Risiko hipertensi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
Baca Juga:10 Kesalahan Umum dalam Pendaftaran Beasiswa yang Perlu DihindariKebakaran di Rancakalong Hanguskan Tiga Rumah, Ini Dugaan Penyebabnya
Konsumsi garam berlebihan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Berat badan berlebih. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan beban kerja jantung dan berkaitan dengan risiko hipertensi.
Kurang aktivitas fisik. Kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi.
Merokok. Zat dalam rokok dapat memengaruhi pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Penyakit tertentu. Gangguan ginjal, diabetes, dan beberapa kondisi kesehatan lain dapat berkaitan dengan hipertensi.
Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti seseorang pasti mengalami hipertensi. Namun, kondisi tersebut menjadi alasan untuk lebih memperhatikan pemeriksaan kesehatan.
4. Kapan Harus Memeriksakan Tekanan Darah?
Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan secara berkala, termasuk ketika tubuh tidak merasakan keluhan.
Baca Juga:Panduan Lengkap Mengurus Dokumen Kependudukan bagi Warga Sumedang, Ini Syarat dan CaranyaMakanan Khas Sumedang yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh, Ternyata Bukan Cuma Tahu
Masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan di puskesmas, klinik, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lain yang menyediakan layanan pengukuran tekanan darah.
Pemeriksaan perlu lebih diperhatikan apabila seseorang memiliki riwayat keluarga hipertensi, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, atau penyakit penyerta.
Jangan menunggu sampai muncul sakit kepala atau pusing. Hipertensi dapat ditemukan melalui pemeriksaan meskipun seseorang merasa sehat.
Jika hasil pengukuran menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan. Jangan langsung menyimpulkan diagnosis berdasarkan satu hasil pengukuran.
5. Waspadai Tekanan Darah Sangat Tinggi
Ada kondisi yang membutuhkan perhatian medis segera, yakni ketika tekanan darah mencapai sekitar 180/120 mmHg atau lebih.
Jika hasil pengukuran menunjukkan angka tersebut, tunggu setidaknya satu menit, kemudian lakukan pengukuran ulang dengan posisi yang benar.
