Sempat Bertahan di Kandang Ayam, Keluarga Roat Kini Berharap Punya Rumah Lagi

Camat Cimanggung Deni Nurdani Supandi memberikan bantuan kepada keluarga Roat di Desa Cikahuripan
Camat Cimanggung Deni Nurdani Supandi menyerahkan bantuan Pemerintah Kabupaten Sumedang kepada keluarga Roat di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, setelah keluarga tersebut kehilangan tempat tinggal akibat kondisi rumah tidak layak huni.(Dok Sumeks)
0 Komentar

Ia juga berharap Roat dan keluarganya diberi kekuatan untuk melewati masa sulit tersebut. Pendidikan kedua anaknya diharapkan tetap berjalan meskipun keluarga sedang menghadapi persoalan tempat tinggal.

Sekretaris Desa Cikahuripan, Adi Kurniawan, menjelaskan, rumah Roat belum mengalami keruntuhan. Namun, kondisi bangunan sudah tidak layak dan dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu.

Pemerintah desa sebelumnya menyarankan agar bangunan tersebut ditopang menggunakan kayu sebagai langkah sementara. Dengan cara itu, rumah diharapkan masih bisa bertahan sembari menunggu penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:31 Klub Voli Putri U-13 Se-Jabar Bertanding di Cimalaka, SumedangGaji Rp3 Juta Bisa Beli Rumah? Ini Simulasi KPR

Namun, keluarga akhirnya memilih membongkar rumah karena khawatir keselamatan penghuninya terancam.

Sebelumnya, jajaran Kecamatan Cimanggung bersama Pemerintah Desa Cikahuripan dan dua relawan Wakamsi telah melakukan asesmen pada Kamis (29/10/2026) malam.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi keluarga sekaligus memeriksa keadaan bangunan yang sudah tidak layak dihuni.

Hasil asesmen kemudian menjadi bahan laporan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten agar persoalan tersebut bisa ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.

Bantuan kontrakan dan perhatian pemerintah menjadi penopang sementara bagi keluarga Roat. Namun, kebutuhan akan tempat tinggal permanen masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.

Bagi Roat, memiliki rumah kembali berarti lebih dari sekadar mempunyai bangunan untuk berteduh. Ada harapan agar istri dan kedua anaknya bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang, tanpa dihantui kekhawatiran kehilangan tempat tinggal.

Di rumah sederhana itulah keluarga tersebut ingin kembali membangun kehidupan. Tempat anak-anak belajar, beristirahat, dan berkumpul bersama orang tua mereka. Kini, harapan itu masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah dan pihak terkait.***

0 Komentar