Gaji Rp3 Juta Bisa Beli Rumah? Ini Simulasi KPR

Rumah subsidi tipe 30/60 atau deretan perumahan sederhana.
Rumah subsidi menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat berpenghasilan terbatas untuk memiliki hunian melalui skema KPR FLPP. (Ilustrasi)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Memiliki rumah sendiri dengan penghasilan Rp3 juta per bulan bukan hal yang mustahil. Salah satu jalur yang bisa dipertimbangkan pekerja berpenghasilan terbatas adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Namun, lolos batas penghasilan program tidak otomatis membuat pengajuan KPR disetujui. Calon pembeli tetap harus menghitung kemampuan membayar cicilan, menyiapkan biaya awal, serta memenuhi penilaian bank penyalur.

Bagi masyarakat di Sumedang dan wilayah Jawa Barat di luar Jabodetabek, rumah subsidi bisa menjadi pilihan karena harga dan skema pembiayaannya ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga:Cara Mengajukan KPR Rumah Pertama bagi Karyawan, Ini Syarat dan DokumennyaCari Rumah Murah di Sumedang? Ini Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli

Apakah Gaji Rp3 Juta Memenuhi Syarat KPR Subsidi?

Bisa. Dalam ketentuan FLPP yang dipublikasikan BP Tapera, batas penghasilan maksimal untuk Zona 1 –meliputi Jawa selain Jabodetabek, Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat– adalah Rp8,5 juta per bulan bagi pemohon yang belum menikah dan Rp10 juta bagi yang sudah menikah.

Artinya, penghasilan Rp3 juta masih berada di bawah batas tersebut. Syarat lainnya antara lain WNI, belum memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah.

Program FLPP untuk rumah tapak menawarkan bunga tetap 5 persen, uang muka mulai 1 persen, serta tenor yang dapat mencapai maksimal 40 tahun sesuai ketentuan program dan persetujuan bank penyalur.

Simulasi KPR Rumah Subsidi dengan Gaji Rp3 Juta

Sebagai gambaran, berikut simulasi pembelian rumah subsidi dengan asumsi harga rumah Rp166 juta. Angka ini digunakan sebagai contoh harga rumah di Zona 1, bukan jaminan bahwa semua rumah di Sumedang dijual dengan harga tersebut.

Asumsi perhitungan:

• Harga rumah: Rp166.000.000

• Uang muka: 1 persen atau Rp1.660.000

• Pokok pembiayaan: Rp164.340.000

• Bunga: 5 persen per tahun

• Penghasilan: Rp3.000.000 per bulan

Dengan asumsi perhitungan angsuran anuitas dan bunga tetap 5 persen, perkiraan cicilan menjadi:

  • Tenor 20 Tahun perkiraan cicilan Rp1.084.000 (36,1 persen persentase dari gaji)
  • Tenor 30 Tahun perkiraan cicilan Rp882.000 (29,4 persen persentase gaji)
  • Tenor 40 Tahun perkiraan cicilan Rp793.000 (26,4 persen persentase gaji)

Simulasi tersebut memperlihatkan bahwa tenor lebih panjang dapat menurunkan beban cicilan bulanan. Pada tenor 30 tahun, angsuran diperkirakan sekitar Rp882 ribu atau hampir 30 persen dari penghasilan Rp3 juta.

0 Komentar