oleh

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Puji Command Centre Milik Pemkab Sumedang

SUMEDANGEKSPRES.COM Jajaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia
yang dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa,Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Ka BPI) Dr. Suprapedi,M.Eng.Sc mengunjungi Command Center Sumedang yang terletak di Lantai 3 Sekretariat Daerah, belum lama ini.

Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Sumedang Herman Suryatman didampingi Kepala Bappppeda Tuti Ruswati dan Kepala Dinas Kominfosanditik Iwa Kuswaeri.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat lebih dekat transformasi digital melalui Command Center dan me-review trasnformasi digital di Kabupaten Sumedang serta pengembangan aplikasi e-SAKIP Desa.

Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa,Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Ka BPI) Dr. Suprapedi,M.Eng.Sc menyampaikan, bahwa dilihat secara fisik, Command Center di Kabupaten Sumedang dinilai sudah sangat ‘excellent’ dari tampilan layar, suara maupun tata letaknya

Lebih daripada itu, kata Suprapedi, konten-konten yang disajikan khususnya ketersediaan data di Command Center Sumedang sudah sangat komprehensif dan terintegrasi.

“Dengan satu data, Kabupaten Sumedang bisa melakukan apapun, baik dalam perencanaan maupun mengambil keputusab. Semuanya dengan smart decision,” ungkapnya.

Dikatakan, sistem yang dikembangkan dan digunakan di Command Center Sumedang masuk dalam kategori DSS (Decision Support System) yang bisa membantu dan mendukung dalam pengambilan keputusan.

Kaitan hal itu, pihaknya akan mendorong sistem yang ada agar bisa menjadi referensi dan insiprasi bagi kabupaten/kota maupun provinsi lain untuk ditingkatkan di level nasional.

“Saya kira ini sangat bagus sekali dan hal semacam ini harus diviralkan. Hal seperti ini bisa menjadi tempat wisata untuk belajar. Kami pernah membuat suatu desa digital, itu bisa mendatangkan pendapatan bagi desa. Ini juga bisa seperti itu,” ujarnya.

Ia pun sangat mengharapkan sistem digital tersebut benar-benar memberikan manfaat dan bisa mengintegrasikan semua pembangunan dalam satu ruangan.

“Dari diskusi tadi, bisa tahu sendiri kalau ingin menjadi kabupaten atau desa ekspor, cukup dengan dashboard yang di sini itu langsung bisa dibuat,” ujarnya

Terakhir, Suprapedi juga memberikan masukan agar kreativitas dan inovasi lebih ditingkatkan. Menurutnya, bukan hanya sekedar menciptakan alat, tetapi alat tersebut harus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumedang.

“Harus dibuat program yang mengarah kepada smart economy. Toolsnya sudah ada, tinggal The Man Behind The Gun,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Herman Suryatman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kementerian Desa PDTT atas berbagai masukan dan arahan yang telah diberikan kepada Pemda Sumedang.

Masukan tersebut, kata Sekda, diharapkan dapat mendorong akselerasi pembangunan desa, termasuk pemanfaatan e-SAKIP Desa yang nanti akan diintegrasikan dengan potensi desa dan SDGs Desa sehingga pengambilan keputusan untuk pembangunan desa, kecamatan dan daerah akan lebih optimal.

“Kami ucapkan terima kasih karena tadi banyak masukan, bimbingan dan arahan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas pembangunan desa dan daerah, termasuk dalam transformasi digital,” tuturnya.

Lanjut dikatakan Sekda, inovasi e-SAKIP Desa saat ini sudah diintegrasikan dengan SID (sistem informasi digital) dan rencananya akan diadopsi menjadi sebuah kebijakan nasional. Menurutnya, pencapaian ini harus disyukuri karena Kabupaten Sumedang bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk Jawa Barat dan Indonesia.

“Pada saat kita memberi, Allah akan memberikan jalan untuk menerima. The more you give, the more you get. Ini sangat relevan dengan falsalah Kasumedangan, Insun Medal Insun Madangan. Aku lahir, aku memberi penerangan,” pungkasnya. (nur/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *