oleh

Bupati: Brigez akan Menjadi Wahana Solutif dan Aplikatif untuk Menyelesaikan Persoalan Masyarakat

SUMEDANGEKSPRES.COM – Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir ST MM menghadiri Seminar Nasional dan Rapat Kerja Pusat Ormas Brigez Indonesia.

Seminar yang bertemakan Menguatkan Mental Ideologi dalam Menyongsong Era Revolusi 4.0 tersebut bertempat di Hotel Sky Land City Jatinangor, belum lama ini.

Acara secara resmi dibuka oleh istri Wakil Gubernur Jawa Barat Lina Marlina, mewakili suaminya Uu Ruzhanul Ulum yang sedang sakit.

Seminar dan Rakernas dihadiri Ketua Umum Brigez Indonesia H Cecep Hendra Erawan, Sekretaris Jenderal Amarta Lukita Aman, Bendahara Umum Charles Saragih, beserta jajaran pengurus dan anggota Brigez dari berbagai daerah di Indonesia.

Tampak hadir juga dalam acara tersebut anggota DPR RI H. Mulyadi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya beserta tamu undangan lainnya

Bupati Sumedang Dr H Dony Ahamd Munir ST MM dalam sambutannya mengapresiasi atas diselenggerakannya kegiatan tersebut yang tentunya akan menghasilkan rumusan-rumusan yang akan bermanfaat bagi kemajuan Brigez ke depan dan juga kemajuan bangsa dan negara.

“Saya yakin Brigez akan menjadi wahana solutif dan aplikatif untuk menyelesaikan persoalan masyarakat dan akan memformulasikan solusi-solusi atas persoalan masyarakat,” katanya.

Bupati juga kembali mengapresiasi Brigez yang selama ini telah hadir memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Di Sumedang sendiri seringkali Brigez berkomunikasi dengan saya sewaktu masih di DPR RI. Masih ingat waktu itu Brigez berkerja sama membatu memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang tidak mampu sebagai kontribusi bagi masyarakat yang kurang mampu. Ini hal-hal yang harus dipertahankan bahkan di tingkatkan,” ujarnya.

Terkait tema seminar yang diselenggarakan, Bupati berpesan dua poin penting.

“Pertama berkaitan dengan Revolusi 4.0 tentunya harus mempunyai pondasi yang kuat yakni penguatan ideologi kita. Kalau pondasi kuat, ideologi kuat apapun dampak dari Revolusi 4.0 akan kita hadapi bersama-sama saya yakin itu,” katanya.

Dikatakan Bupati, dalam pembangunan setidaknya harus ada tiga hal yakni agama, budaya dan teknologi.

“Kami di Sumedang punya pondasi dalam membangun pertama agama. Kedua adalah budaya yang akan membumikan. Ketiga teknologi yang akan mengakselerasi cita-cita berorganisasi. Makanya, Revolusi 4.0 merupakan bagian pemanfaatan IT, mempercepat hadirnya Brigez menjadi bagian solusi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, berkaitan dengan Revolusi 4.0 di Sumedang, sudah diterapkan melalui pengelolaan e-Government dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

“Sumedang menjadi ranking satu di nasional dalam SPBE. Ada aplikasi e- SAKIP dan aplikasi lainnya. Termasuk kemarin ada Menteri Desa melihat e-SAKIP yang sudah betul-betul mengarah kepada pengentasan kemiskinan, stunting dan pelayanan publik. Aplikasi e-SAKIP oleh Kementerian akan disebarluaskan akan dipakai di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (nur/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *