oleh

Suhu Politik Pilkades Mulai Panas,  Camat Minta Tetap Kondusif

SUMEDANGEKSPRES.COM  – Suhu politik pesta demokrasi pemilihan kepala desa Sukamenak Kecamatan Margahayu kian panas. Karena itulah Camat Margahayu Mochammad Ischaq menghimbau kepada warga Desa Sukamenak agar tetap menjaga kondusifitas antar warga.

Hal tersebut diungkapkan Camat sehubungan dengan desa tersebut akan menggelar pemilihan kepala desa serentak 14 Juli 2021 mendatang.

Menurutnya, Pilkades itu bisa diistilahkan sumbu pendek. Sangat mudah untuk terjadinya gesekan.

“Untuk itu saya menghimbau, jagalah silaturahmi, karena sejatinya pesta demokrasi ini harus berjalan dengan baik sukses tanpa  ekses,” kata M Ischaq saat dihubungi di kantornya, Jalan Sukamenak Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Dia menjelaskan, dirinya sudah memerintahkan kepada Panitia Pengawas (Panwas) untuk mengawasi seluruh tahapan Plkades dengan baik.

Terkait adanya laporan dari yang mengaku tim salah satu bakal calon yang menduga adanya kampanye perangkat desa maupun BPD untuk salah satu bakal calon lainnya dari 5 bakal calon kades Desa Sukamenak, Ischaq mengaku dari pihak kecamatan maupun Paswas Pilkades sudah melakukan klarifikasi.

“Mudah-mudahan ini jadi catatan berharga dan tidak terulang lagi, walaupun tidak ada unsur kesengajaan. Apa karena ketidaktahuan atau ketidakmengertian. Kami imbau sekaligus diingatkan jangan sampai ada hal-hal yang merugikan terhadap balon itu sendiri. Karena sampai saat ini belum ditetapkan sebagai calon, masih bakal calon,” terang Ischaq.

M Ischaq mengajak warga Desa Sukamenak untuk menyukseskan pilkades dengan sebaik-baiknya dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari penularan covid-19, dan menjaga silaturahmi.

Ketua tim sukses balon Kades Sukamenak Taufik (Kang Opik) Jujun menyatakan pihaknya merasa tidak pernah melanggar apapun. Jujun mengaku, dirinya pun tidak pernah melaporkan balon lain yang diduga melakukan pelanggaran.

“Toh semua belum menjadi calon kepala desa, belum dapat nomor, dan jadwal kampanye dan teknisnya pun belum ada,” kata Jujun.

Sementara itu, bakal calon kades Taufik sendiri enggan berkomentar dengan hal tersebut. Ia hanya mengomentari ada aturan yang konon pemilih yang tidak terdaftar di DPT tidak bisa memilih dengan hanya memperlihatkan KTP.

“Saya akan patuh terhadap aturan dan ketetapan panitia. Kalau tentang pemilih yang tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT), tidak.bisa menggunakan hak pilihnya. Ini harus benar-benar gencar disosialisasikan kepada warga. Karena aturan ini berbeda dengan Pilkades sebelumnya, bahkan dengan Pilkada yang membolehkan warga yang tidak ada dalam DPT bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan menunjukkan KTP,” ujarnya. (c2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *