oleh

KPU Mulai Bergerilya, Genjot Partisipasi Pemilih untuk Pemilu Mendatang

SUMEDANGEKSPRES.COM, Darmaraja – Pengetahuan dan kesadaran terkait pilkades dan pemilu lainnya berdampak kepada partisipasi masyarakat untuk salurkan hak pilih.

Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) merupakan salah satu upaya pihak terkait untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih. Berdasarkan data pemilu beberapa waktu lalu, ditingkat Kabupaten Sumedang jumlah partisipasi pemilih ada sekitar 80 persen. Sedangkan, di tingkat kecamatan hanya 70 persen, termasuk di Desa Cieunteung jumlah pemilih hanya 70 persen.

“Jumlah partisiapsi warga untuk memilih itu bergantung kepada pengetahuan dan kesadaran masyarakatnya,” kata Ketua KPU Sumedang Ogi Ahmad Fauzi SIP MSi.

Dikatakan, masyarakat harus memahami artikulasi memilih atau menyalurkan hak pilihnya itu untuk jangka panjang. Oleh sebab itu, masyarakat harus memilih dengan kajian yang matang dan penilaian yang mendasar. Sehingga, buah daripada pilkades atau pemilu itu bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas.

“Masyarakat harus paham dengan arti sebuah pemilihan. Jangan sampai memberi ruang money politik,” katanya

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Barat Dr. Rifqi Alimubarok MSi menyebutkan, pihaknya berharap dengan launching program DP3 yang diadakan di Desa Cieuteung Kecamatan Darmaraja bisa memotivasi masyarakat untuk sadar pentingnya menyalurkan hak pilih.

“Program DP3 ini sebuah luncuran yang sangat bagus. Mudah-mudahan memberikan manfaat yang besar sehingga setiap pemilu bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas,” katanya.

Menurutnya, mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik merupakan salah satu upaya untuk menghindarkan masyarakat termakan berita bohong atau hoaks.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Cieunteung, Samin Samsudin, SE menyebutkan, pihaknya akan berupaya keras untuk meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilih di pilkades nanti. “Kita siap mendukung program KPU tentang desa peduli pemilu,” katanya.

Dia menerangkan, partispasi pemilih di Desa Cieunteung pada tahun 2019 hanya 71 persen. Jumlah tersebut terbilang jumlah paling rendah. Oleh sebab itu, Desa Cieunteung jadi pilot projek program yang diluncurkan KPU.

Pihaknya menargetkan, jumlah partisipasi warga yang memilih saat pilkades nanti harus sampai 100 persen, minimal di atas 80 persen.

“Target kita saat ini partisipasi masyarakat harus 100 persen,” kata dia. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *