oleh

IPDN Turunkan Dosen Untuk Pengabdian Kepada Masyarakat

SUMEKS, Jatinangor – Camat Jatinagor Heri Dewantara apresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa binaan berbasis program studi yang selenggarakan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan berlangsung di empat desa yakni Cilayung, Cileles, Hegarmanah dan Cibeusi.

“Dengan kegiatan yang dilaksanakankan para dosen IPDN tentunya bisa sangat membantu masyarakat terlebih dosen IPDN itu turun langsung ke masyarakat desa,” kata Heri kepada Sumeks, di kantornya, kemarin.

Diharapkan Heri, melalui program ini, IPDN bisa memberikan kontribusi solusi permasalahan di masyarakat yang ada di empat desa Kecamatan Jatinangor.

Kegiatan ini dimaksudkan, kata Heri untuk membantu meningkatkan kemandirian masyarakat serta memberdayakan potensi masyarakat maupun sumber daya alam di lingkungannya yang belum termanfaatkan dengan baik dan arif sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian masyarakat itu sendiri.

Sementara itu Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN, Subiyono mengatakan Pengabdian kepada masyarakat yang saat ini diselenggarakan di empat desa ini khusus yang turun para dosen saja tidak berbarengan dengan praja, itu lebih disebabkan karena situasi pandemi seperti saat ini.

Dijelaskan Subiyono, tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar program yang sudah ada di desa bisa lebih maksimal lagi begitu mendapat bimbingan dan arahan para dosen IPDN.

“Ada beberapa materi dari dosen saat menyampaikan kepada masyarakat, bisa soal bumdes, dan bagaiamana meningkatkan kemajuan bumdes termasuk ijin pendirianya,”terang Subiyono.

Salah satu contoh di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor yakni Bumdes yang sudah bagus. Ini bisa lebih bagus lagi jika pengemasan salah satu produk dari segi tampilan.

Selain itu sistem pemasaran yang saat ini menggunakan model online. “Kami memberikan bimbingan bagaimana cara memasarkan produk secara online agar situasi pandemi seperti saat ini masyarakat bisa memasarkan hasil produksinya.

Intinya kata Subiyono, bersama-sama membangun desa baik dosen maupun pemerintah desa demi kemajuan bersama dan masyarakat mendapatkan ilmu yang tidak harus masuk kampus.

“Justru para dosen yang mendatangi masyarakat di desa memberikan materi yang dibutuhkan masyarakat desa,” tuturnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *