oleh

Kades Tenjolaya Pelopori Usaha Ternak Lele

SUMEKS, Cicalengka – Disamping kesibukannya menjadi Kepala Desa Tenjolaya Kecamatan Cicalengka Mamad juga memberdayakan warganya menjadi peternak lele, dan magot.

Sambil bercerita, Mamad menggambarkan kondisi perekonomian warga di desanya dengan mata pencaharian sebagai pekerja dan petani. Sayangnya, keadaan lahan yang kering kerap mempersulit warga setempat untuk bercocok tanam.

Jiwa usaha sepertinya sudah tertanam dalam diri Mamad. Pasalnya, dia memfokuskan program pemberdayaan beternak lele kepada sebagian warganya yang berminat buka wirausaha berternak lele.

“Mulanya, saya buka usaha ternak lele untuk diri sendiri. Seiring adanya keinginan dari masyarakat akhirnya kami mengajak warga untuk sama sama buka usaha karena minat konsumen lele cukup tinggi,” jelas Mamad.

Mamad juga menggambarkan kebutuhan akan lele yang tinggi berdasarkan hitungan kasar di lapangan.

“Jika satu warung pecel lele mulai dari Nagreg hingga Rancaekek ada 15 warung masing membutuhkan 3 Kg perhari. Kali hitungan per bulan kebutuhanya bisa satu ton lebih,” katanya.

Dalam satu bulan, kata Mamad, ada tidak peternak lele yang bisa panen sebanyak itu. Tentunya itu yang jadi peluang bagi pengusaha ternak lele. “Peluang itu kita manfaatkan bersama sama dengan masyarakat,” ucapnya

Menurutnya, awalnya ada satu kolam lele besar berukuran 5x 6 meter, lalu kembali mendirikan 12 kolam kecil seluas 1×2 meter.

“Sekarang sudah ada puluhan kolang mulai untuk pembibitan, mulai dari telor hingga usia masa konsumsi. Dan pengepulnya sudah ada malah sering mencari,” tuturnya

Mereka, kata Mamad, tidak perlu mengeluarkan apa-apa lagi, yang penting kemauan untuk usaha tinggi. “Usaha ternak lele bisa sampai 2 bulan sudah bisa menjual hasil ternaknya,”jelasnya.

Sedangkan Peternak lele binaan, kata Mamad saat ini sudah ada sekitar 7 peternak dari berbagai desa di Kecamatan Cicalengka.

“Jadi tidak hanya satu desa saja Tenjolaya tapi luar desa juga sudah ada mitra dari peternak lele,”jelasnya.

Untuk pakan lele, kata Mamad bisa memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti nasi bekas, dan limbah sisa makanan lainya untuk di jadikan magot semacam belatung. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.