Cara mengelola Instagram Bisnis yang benar

Cara mengelola Instagram Bisnis yang benar
Net/Illustrasi
0 Komentar

SUMEKS, Kota – Salah satu pengusaha kuliner asal Kabupaten Sumedang, Elfan Tawekal menerangkan bahwa media sosial Instagram merupakan sarana yang sangat pas untuk dijadikan media promosi. Khususnya untuk masyarakat yang umurnya berkisar di 40 tahun ke bawah.

“Instagram merupakan medsos paling mendukung bagi pebisnis dalam memperkenalkan produknya karena fitur-fiturnya sangat bagus. Salah satu fitur andalannya adalah IG Sponsor,” ujarnya kepada Sumeks, Senin (18/10).

Pengusaha yang telah memiliki 2 outlet tersebut menerangkan cara mengelola Instagram dengan benar agar memberikan pengaruh baik kepada sebuah usaha.

Baca Juga:Pentingnya Mentor Berlisensi dalam Kegiatan di Alam BebasPerda Pesantren Diharapkan Mampu Tingkatkan Peran dan Kontribusi Ponpes

Pertama harus memiliki brand dan produk yang jelas, sehingga konten yang dibuat harus sewarna dan seirama agar tampilan story dan feed menjadi menarik.

Kemudian menurutnya, Media Sosial harus interaktif dan melakukan kegiatan posting yang terjadwal. Disarankan untuk posting feed 3 kali dalam seminggu dan Instastory setiap hari.

“Karena story itu lebih ke aktifitas harian sehingga viewsnya biasanya lebih banyak, jadi disarankan untuk membuat story setiap hari karena kalau kita aktif akan lebih cepat terdeteksi algoritmanya sehingga lebih cepat muncul di pencarian. Penggunaan hastag IG Sponsor juga penting, terutama untuk akun yang baru dirintis agar mendapatkan followers yang banyak dan cepat,” ungkapnya.

Menurut pengalamannya, pengelolaan Media sosial yang benar akan berpengaruh baik terhadap pengembangan bisnis dalam jangka panjang dan jangka pendek.

“Jika pengelolaannya benar, maka penjualan akan terdongkrak dan branding akan semakin kuat kedepannya,” paparnya.

Elfan juga menceritakan, bagaimana pengelolaannya terhadap akun Instagram bisnis miliknya. Dirinya mengaku saat ini sudah tidak lagi mengelola akun seorang diri, namun sudah menggunakan jasa konten kreator dan admin.

Namun dalam pelaksanaannya admin yang merangkap konten kreator tersebut tetap diarahkan agar irama promosi ataupun kontennya tetap sealur dengan apa yang dia inginkan.

Baca Juga:FEB Peduli Bertujuan Memanusiakan ManusiaJelang Pilkades, Dua Desa Gelar Deklarasi Damai

“Kayak Satarbak (Nama Usahanya) ini kan kontennya edukatif dan sedikit bucin ya, karena target pasarnya anak muda, tapi ada sisi humornya juga. Sekarang sudah dipercayakan ke admin karena ingin fokus mengembangkan yang lain,” terangnya.

“Tapi tetap dengan dampingan dan arahan kita, biasanya sebelum di upload admin akan konfirmasi dulu ke saya. Atau saya punya konsep mentah kemudian saya kirim ke konten kreator untuk dibuatkan konten, baru diupload,” sambungnya.

0 Komentar