Haji Aseng

Haji Aseng
Perjalanan tongkang batubara di Sungai Mahakam. -Ibukotakita-
0 Komentar

Sampai di muara sungai Belayan, speed boat masih terus ke arah hilir. Mencari muara sungai Senyiur. Sungai Mahakam ini begitu luas. Pun ketika ada dua pelabuhan apung di tengah sungai. Yakni pelabuhan transhipment batu bara. Mahakam tidak terlihat menyempit.

Setelah setengah jam melaju di atas air, ketemulah muara sungai Senyiur. Itulah salah satu anak sungai Mahakam yang andal. Dalam dan lebar. Bisa dilayari tongkang batu bara berisi 7.500 ton.

Speed boat kami pun melaju ke arah hulu Senyiur. Sesekali speed boat harus mengurangi kecepatan. Yakni kalau lagi ada kampung di pinggir sungai. Berarti banyak jamban apung di pinggir sungai. Toilet di situ. Cuci baju di situ. Mandi di situ.

Baca Juga:Berawal dari Proyek Sosial, Vania Sukses Buka Usaha Fashion Ramah LingkunganEril Dinyatakan Meninggal Dunia, Bupati Sumedang Turut Berduka

Speed boat kecepatan tinggi akan menimbulkan gelombang yang mengguncang jamban apung yang berderet di pinggir sungai.

Saya pernah tinggal di rumah kakak sulung di Karangasem, Samarinda. Rumahnyi masuk gang agak jauh dari Mahakam. Tapi mandi, toilet dan tempat cuci baju  di sungai itu. Saya bisa merasakan guncangan gelombang saat ada kapal lewat.

Menyusuri sungai Senyiur selama 3,5 jam bayangan saya ke tokoh ini: Yos Sutomo. Ia Raja Kayu di masa penebangan hutan masih diizinkan. Ia punya tambang ’emas hijau’ di kampung kelahirannya itu. Ia lahir di desa Senyiur. Di zaman ia kecil perlu tujuh harmal berperahu untuk bisa sampai ke kampungnya dari Samarinda.

Tujuan perjalanan saya tidak jauh dari kampung halaman Haji Yos Sutomo itu. Ada tambang besar batu bara di situ. Bukan milik Haji Yos Sutomo. Bukan juga milik Haji Aseng. Yos Sutomo kini jadi Raja Properti di Kaltim. Haji Aseng jadi kontraktor besar penambangan batu bara.

Setelah memarkir speed boat kami harus menelusuri jalan besar sepanjang 65 Km. Yakni dari dermaga speed boat di sungai Senyiur ke arah tambang milik Bayan Reaources. Jalan inilah yang dibangun Haji Aseng. Jalan begitu besar yang dibangun di tengah hutan.

Itulah kekuatan uang batu bara. Bisa membangun jalan selebar itu sepanjang itu. Hanya dalam waktu satu tahun.

0 Komentar