Ajak Generasi Muda Tolak Narkoba, Kepala BNN:  Harus Berani Katakan Say No to Drugs

Ajak Generasi Muda Berani Tolak Narkoba, Kepala BNN:  Harus Berani Katakan Say No to Drugs
Ajak Generasi Muda Berani Tolak Narkoba, Kepala BNN:  Harus Berani Katakan Say No to Drugs
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

Ajakan itu disampaikan saat menjadi narasumber utama pada kuliah umum di Universitas Majalengka, Kamis (6/8).

“Perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab kita semua, masyarakat, tokoh agama, mahasiswa sebagai agen perubahan dan penerus bangsa,” kata Suyudi.

Baca Juga:Pengelolaan Pendapatan Daerah Tanggung Jawab Bersama, Dony:  Tidak Boleh Terkotak-kotakTawarkan 5 Program, Tantan Sulthon Maju Calon Ketua PWI Jabar:  Alhamdulillah Responsnya Sangat Positif

Disebutkan, tantangan peredaran narkotika kini semakin kompleks, lantaran memanfaatkan teknologi digital, media sosial, aplikasi pesan terenkripsi, hingga jasa logistik. “Sindikat narkotika juga terus beradaptasi dengan menghadirkan berbagai jenis zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS),” ungkapnya.

Mengacu pada World Drug Report 2026 dari UNODC, kata Suyudi, diperkirakan sebanyak 331 juta orang di dunia menggunakan narkoba pada 2024. Sementara di Indonesia, kelompok usia 15–24 tahun menjadi kelompok dengan prevalensi penyalahgunaan tertinggi.

“Kondisi ini menjadi ancaman serius terhadap cita-cita Indonesia Emas 2045. Sebab, kemajuan ekonomi dan pembangunan tidak akan berarti apabila generasi mudanya kehilangan kesehatan, karakter, integritas dan produktivitas akibat narkotika,” beber Suyudi.

Lebih jauh Suyudi mengkhawtirkan maraknya penyalahgunaan vape sebagai media baru penyebaran narkotika. Karena hasil uji laboratorium BNN terhadap ratusan sampel cairan vape menemukan kandungan ganja sintetis, sabu, hingga etomidate yang kini telah masuk kategori Narkotika Golongan II.

“Melalui kuliah umum ini, BNN berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat, dalam membangun ketahanan generasi muda, agar berani mengatakan Say No to Drugs, serta menjadi bagian dari solusi dalam pemberantasan narkotika,” terangnya.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.Si, Rektor Universitas Majalengka Dr. H. Otong Syuhada, S.H., M.H., jajaran OPD Kabupaten Majalengka, mahasiswa, serta masyarakat. Kuliah umum juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Universitas Majalengka. (red)

0 Komentar