Pembangunan Bendung Rengrang Dipercepat, Bupati: Agar Segera Dirasakan Manfaatnya

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir turun langsung meninjau Bendung Rengrang di Kabupaten Sumedang bersama din
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir turun langsung meninjau Bendung Rengrang di Kabupaten Sumedang bersama dinas instansi terkait, Rabu (5/8/2026).
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir turun langsung meninjau Bendung Rengrang di Kabupaten Sumedang bersama Sekretaris Daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, camat, dan para kepala desa terkait, Rabu (5/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Dony menegaskan pemerintah tidak ingin menunggu proyek Bendung Rengrang selesai sepenuhnya untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.

Berbagai langkah percepatan disiapkan agar air dari bendung Rengrang dapat segera dimanfaatkan petani, khususnya saat musim kemarau.

Baca Juga:Jalan Poros Bangbayang-Dayeuhluhur sudah Bisa Diakses, Pangkas Jarak dari Desa ke KotaPerumda Tirta Medal Sumedang Raih Predikat Sehat, Dirut: Fokus Tekan Kebocoran Air di Semester II 2026

“Bersama-sama kami ingin memanfaatkan air yang sudah dibendung ini agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh para petani yang selama ini kesulitan air. Mudah-mudahan yang biasanya panen satu kali bisa menjadi dua bahkan tiga kali,” ujarnya.

Menurutnya, Bendung Rengrang mulai dibangun pada 2016 dengan target mengairi sekitar 3.800 hektare sawah di wilayah Paseh, Conggeang, Tomo, hingga Ujungjaya.

Meski badan utama bendung telah rampung sejak 2019, jaringan distribusi air hingga kini belum dapat difungsikan akibat kendala pergerakan tanah dan longsoran yang mengharuskan perubahan desain teknis (DED).

Enam Langkah PercepatanAgar manfaat bendung tetap bisa dirasakan masyarakat, Pemkab Sumedang bersama BBWS menyepakati sejumlah langkah percepatan.

Pertama, melakukan penanganan titik-titik longsor agar air dapat segera dialirkan menuju area persawahan.

Kedua, Dinas Pertanian akan memetakan kelompok tani di sepanjang aliran Sungai Cipelus sehingga pasokan air dari Bendung Rengrang dapat dimanfaatkan melalui sistem pompanisasi.

Ketiga, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di lokasi-lokasi yang paling membutuhkan dengan dukungan BBWS.

Baca Juga:Sulap Pusat Pemerintahan Jadi Ruang Publik Modern, Warga Bisa Olahraga, Rekreasi hingga Belajar Kelola SampahPolisi Selamatkan Bayi dalam Ambulans yang Alami Kecelakaan di Jatinangor

Keempat, mengkaji potensi pemanfaatan air Bendung Rengrang sebagai sumber baku bagi PDAM apabila dinilai layak secara teknis maupun ekonomis.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun bronjong dan dam parit untuk membantu mengalirkan air sungai menuju lahan pertanian warga di sejumlah desa.

Bupati Dony berharap Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dapat mempercepat penyelesaian jaringan irigasi primer maupun sekunder sehingga Bendung Rengrang dapat berfungsi optimal.

“Saya mohon kepada Pak Menteri PUPR, Pak Dirjen SDA, dan BBWS agar ada akselerasi penyelesaian Bendung Rengrang. Mudah-mudahan tahun depan jaringan distribusinya bisa selesai secara permanen,” ujarnya.

0 Komentar