SUMEDANGEKSPRES – Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang berhasil meraih predikat “Sehat” berdasarkan hasil evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum Semester I Tahun 2026.
Penilaian yang mengacu pada indikator Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut menempatkan Perumda Tirta Medal pada nilai 3,25, meningkat dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di angka 3,10.
Laporan kinerja Semester I Tahun 2026 itu telah disampaikan secara resmi kepada Bupati Sumedang selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca Juga:Sulap Pusat Pemerintahan Jadi Ruang Publik Modern, Warga Bisa Olahraga, Rekreasi hingga Belajar Kelola SampahPolisi Selamatkan Bayi dalam Ambulans yang Alami Kecelakaan di Jatinangor
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang, Hj Imas Permasih, M.Si mengatakan, peningkatan predikat tersebut merupakan hasil kerja seluruh jajaran perusahaan dalam memperbaiki aspek pelayanan, operasional, hingga pengelolaan keuangan.
“Alhamdulillah pada Semester I Tahun 2026 Perumda Tirta Medal memperoleh predikat Sehat dengan nilai 3,25. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan agar semakin profesional dan berkelanjutan,” ujar Imas, Rabu (5/8).
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, kata Imas, Perumda Tirta Medal membukukan pendapatan air sebesar Rp24,61 miliar, atau meningkat 9,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dikatakan peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan air hingga mencapai 3,15 juta meter kubik, naik sekitar 11 persen, dengan jumlah pelanggan yang kini mencapai 36.754 sambungan di lima wilayah pelayanan.
“Selain pendapatan dari penjualan air, perusahaan juga memperoleh tambahan keuntungan dari unit usaha pendukung, yakni Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) serta layanan armada tangki air yang turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan,” tutur Imas
Meski demikian, Imas mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, yakni tingginya angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air yang masih berada di angka 59,81 persen.
“Penurunan tingkat kebocoran air menjadi prioritas utama kami pada Semester II Tahun 2026,” katanya
Baca Juga:Ziarah Makam Tjoet Nja Dhien, Menteri Ekraf RI Jajaki Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya di SumedangPolres Sumedang Ringkus Komplotan Maling Motor Jaringan Lampung
Kami, kata Imas, akan memperkuat perbaikan jaringan perpipaan, meningkatkan pengawasan distribusi, serta melakukan berbagai langkah teknis agar kehilangan air dapat ditekan secara bertahap.
“Dengan begitu, pelayanan kepada pelanggan juga akan semakin optimal,” tegas Imas.
