Truk Pengangkut Material Harus Tertib, Tidak Mengganggu Masyarakat

Editor:

sumedang, CONGGEANG – Warga sangat menyayangkan adanya truk pengangkut material pembangunan Tol Cisumdawu yang selalu beriringan.

 

Menurut mereka, hal itu sangat mengganggu pengendara lainnya yang melintas. Bahkan, bisa menyebabkan kecelakaan lalu-lintas.

 

“Kami sangat terganggu dengan adanya truk pengangkut material tol Cisumdawu yang selalu beriringan. Terkadang ada empat sampai lima truk, bahkan lebih. Hal itu tidak memberikan kesempatan bagi pengendara lain untuk menyalip. Apalagi jalan sempit dan rusak, cukup membahayakan,” tutur seorang warga yang tidak mau diaebutkan namanya saat berbincang dengan Sumeks, baru-baru ini.

 

Ditegaskan, padahal harus ada jarak antar truk tersebut, sehingga memberikan kesempatan bagi pengendara lain jika buru-buru untuk menyalip. Pasalnya, jalan ini bukan hanya milik mereka. Masih ada pengendara lain yang harus dihargai.

 

Diakui, keadaan seperti ini harus cepat diantisipasi. Jika dibiarkan berlanjut bahkan menimbulkan kecelakaan bisa menimbulkan reaksi dari warga.

 

“Jangan sampai hal itu terjadi, aparat harus segera mengamankan keadaan seperti ini. Jangan dibiarkan berlanjut,” ujarnya.

 

Warga lainnya, Dayat mengeluhkan banyaknya debu saat truk truk melintas. Tak hanya itu, debu juga mengotori halaman dan lantai rumah miliknya.

 

“Serba bingung kalau begini, selalu banyak debu di lantai rumah kami. Kalau jalan disiram malah membuat jalan licin dan membahayakan,” jelasnya.

 

Dia berharap ada antisipasi dari pihak terkait agar debu dan jalan tidak licin. “Kerusakan jalan akibat banyak truk besar pun harus diatasi,” harapnya.

 

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Sumedang Deni Agus Setiawan mengatakan mobil ukuran besar apalagi bermuatan berat tentu akan berjalan lambat. Sehingga, bisa menghambat kendaraan yang di belakangnya.

 

“Seharusnya diatur agar tidak beriringan lebih dari dua mobil, karena akan sangat menyulitkan dan membahayakan apabila dilewati oleh kendaraan di belakangnya, baik kendaraan roda empat atau pun kendaraan motor roda dua,” ujarnya.

 

Selain harus diatur agar tidak beriringan, kata dia, mobil bermuatan material juga harus dipastikan tertutup terpal agar material yang diangkut tidak menyebabkan debu. Juga, material yang diangkut tidak berjatuhan. Sehingga, lanjut dia, membuat jalan menjadi kotor dan licin apabila hujan atau terkena air.

 

Menurutnya, kondisi ini sama membahayakan bagi masyarakat yang lewat, baik berkendara, bersepeda bahkan bagi yang berjalan kaki.

 

“Harus ada tindakan tegas, jangan sampai menunggu ada korban dulu,” tuturnya. (red)

 

Baca juga: Wisata Seni Buhun, Pertahankan Kelestarian Seni Tradisional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *