Komitmen Implementasi Digital Services Living Lab, Sekda Sumedang: Harus Berani Menyalip di Tikungan!

Editor:

sumedang, KOTA – Kepala daerah berikut ASN-nya harus mempunyai ‘mental pembalap’. Artinya harus bisa berani ‘menyalip di tikungan’ agar memenangkan sebuah balapan.

 

Istilah tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman saat berbicara di hadapan 62 bupati dan walikota dalam acara Penandatanganan Komitmen Bersama Implementasi Platform Kolaboratif Indonesia Digital Services Living Lab di Kampus United in Diversity (UID) Bali, Senin (21/11).

 

Menurutnya, saat ini arena pemerintahan harus diposisikan sebagai arena balap.

 

“Jika menyalip di jalan lurus saya kira itu sudah biasa. Namun, jika menyalip di tikungan, saya kira itu jarang sekali,” katanya.

 

Dikatakan, hal itulah yang dilakukan oleh Kabupaten Sumedang yakni berani mengambil risiko yang juga melakukan mitigasi risikonya.

 

“Termasuk kami Kabupaten Sumedang, tiga tahun yang lalu kami belajar ke Kabupaten Banyuwangi dan saat ini Sumedang one step a head,” ungkapnya.

 

Sekda menuturkan, yang pertama kali dilakukan adalah ‘mengupgrade’ Inspektoratnya.

 

“Terbukti saat ini Inspektorat Kabupaten Sumedang terbaik di Indonesia. Selain itu MCP KPK kami juga terdepan, dan kapabilitas APIP juga 3 menuju 4,” katanya.

 

Dikatakan Sekda, sudah bukan saatnya lagi berbicara APBD yang besar.

 

“Hari ini ke depan adalah siapa yang cepat, maka dia yang akan meninggalkan yang lamban,” tuturnya.

 

Meskipun APBD Kabupaten Sumedang hanya sekitar Rp 3 triliun, namun Sekda mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan oleh Kabupaten Sumedang.

 

“Misalnya kegiatan sekarang ini, kita sudah melaksanakan 3 seri dan ini bukan dari APBD Sumedang semata. Kami difasilitasi oleh Direktur Kemendagri, Pemprov Jawa Barat, dan UID,” ujarnya.

 

Kemudian, Sekda juga menuturkan bahwa imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan.

 

“Jadi artinya sekarang silakan Bapak dan Ibu berimajinasi untuk mengalahkan Sumedang, berikutnya rasionalisasi. Imajinasi tanpa langkah-langkah konkret, hanya mimpi di siang hari bolong,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, lanjut Sekda, Pemda Sumedang mencoba meginisiasi satu platform yang bernama Indonesia Digital Services Living Lab.

 

“Jadi kita akan tempatkan penerapan SPBE transformasi digital sebagai sebuah “learning journey” atau sebuah perjalanan pembelajaran. Jadi di otaknya bukan proyek atau DPA tapi sebuah tujuan, makannya SPBE Sumedang adalah SPBE termurah, karena APBD-nya biasa-biasa saja,” terang Sekda.

 

Sekda juga menuturkan, Pemda Sumedang telah memasang 270 fiber optik di 270 desa dan 7 kelurahan, dan Tahun 2023 menargetkan sampai ke tingkat RW.

 

“Semua RW harus sudah ada Wifi, kami akan siapkan satu atmosfer dimana masyarakat bisa bertumpu. Karena saat ini masa depan adalah teknologi informasi, dan hari ini kami ajak 62 kabupaten/kota di tanah air untuk mencuri masa depan,” pungkasnya. (rls)

 

Baca juga: Link Video Kebaya Kuning 2 Menit 50 Detik Lagi Viral, Beredar di Tiktok dan Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *