Stasiun Kereta Api Purwakarta ini Boleh Dikunjungi! Ada Kuburan Keretanya!!

Stasiun Kereta Api Purwakarta ini Boleh Dikunjungi! Ada Kuburan Keretanya!!
Stasiun Kereta Api Purwakarta ini Boleh Dikunjungi! Ada Kuburan Keretanya!! (Google Map Photo: Yogi Sindu Sanjaya)
0 Komentar

sumedangekspres – Stasiun Kereta Api di Purwakarta ini menyimpan banyak kisah unik. Selain memiliki bangunan bergaya klasik, di lokasi ini juga terdapat “kuburan” kereta api yang sudah dipensiunkan. Lokasi ini pun begitu ikonik bagi para pencinta kereta api.

Pada masa lampau, Stasiun Purwakarta menjadi lokasi terpenting bagi lalu lalang kereta di Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung. Saat itu Stasiun Purwakarta dioperasikan sebagai dipo lokomotif pendukung saat kereta tidak kuat menanjak.

Saat ini usia stasiun Purwakarta sudah 120 tahun, di mana stasiun ini mulanya dioperasikan untuk menunjang ibu kota karesidenan Karawang ke Purwakarta oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Johannes van den Bosch, pada 27 Desember 1902.

Baca Juga:Puasa Sunnah Disebut Juga dengan Puasa? Yuk Simak Selengkapnya Disini!Tol Cisumdawu Kelar! Waktu Tempuh Cileunyi-Dawuan Kurang dari 1 Jam!!

Seperti dikutip dari akun Instagram @kai121_, ketika kereta melintasi rel di Stasiun Purwakarta, para penumpang bisa melihat kuburan kereta di sisi perlintasan kawasan tersebut.

Terdapat lebih dari satu jenis kereta, mulai dari ekonomi, gerbong listrik, sampai eksekutif dengan tahun pembuatan 1966. Semuanya ditumpuk secara rapi di lahan tersebut yang tidak difungsikan.

Kemudian bentuk gerbong juga sudah tampak usang, dengan kondisi cat yang mengelupas dan struktur dinding besi yang nampak berkarat.

Dulunya kereta-kereta tersebut melayani perjalanan lokal jarak dekat maupun jarak jauh. Namun seiring operasional kereta uap yang dihentikan tahun 1990 an, gerbong-gerbong tersebut kemudian masuk ke masa afkir atau sudah tidak bisa digunakan.

Tak hanya dari Daop 2, sejumlah kereta bahkan diketahui berasal dari daerah lain di Pulau Jawa, salah satunya dari Stasiun Banyuwangi Baru atau saat ini lebih dikenal sebagai Ketapang.

“Di sini ada gerbong ekonomi, di sebelahnya ada eksekutif, dan di gerbongnya terlihat jelas nomor kereta K1606604 BW, yang artinya kereta ini diproduksi pada tahun 1966, di mana ini milik depo gerbong Banyuwangi Baru atau saat ini Ketapang,” kata YouTube Ambang HL.

0 Komentar