Kebakaran Rumah Permanen di Pamulihan, Sumedang, Alami Kerugian Mencapai Rp500 juta

Kebakaran Rumah Permanen di Pamulihan, Sumedang
Kebakaran Rumah Permanen di Pamulihan, Sumedang/tribunjabar
0 Komentar

sumedangekspres – Sebuah musibah kebakaran melanda Dusun Cigembong, RT 03/06, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Sumedang, pada Minggu (19/11/2023) petang.

Rumah permanen berukuran 12×8 meter milik Nurdin (65) menjadi korban dari jago merah tersebut.

Meskipun tragedi ini menyisakan kehancuran, berita baiknya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca Juga:Donasi untuk Palestina Terkumpul Sebesar Rp314.255.000 Terkumpul Saat Aksi Bela Palestina di Lapang PPS SumedangPemberantasan Rokok Ilegal Dilakukan Satpol PP Kabupaten Sumedang

Danramil Tanjungsari, Kapten Agus Hermawan, memberikan keterangan bahwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 17.45.

Rumah beserta isinya dilalap habis oleh si jago merah, tetapi beruntung tidak ada korban jiwa yang harus disayangkan.

Menurut Agus Hermawan, pada saat kejadian, pemilik rumah dan enam anggota keluarganya sedang berkumpul di depan rumah sambil menjaga warung yang terletak di depannya.

Keberanian saksi yang memberi tahu pemilik rumah tentang kepulan asap di belakang rumahnya menjadi kunci untuk menghindari korban jiwa.

“Saat kejadian, mereka tengah berkumpul di warung, dan diberitahu oleh saksi ada kepulan asap di belakang rumahnya. Saat dicek, bagian belakang rumah sudah terbakar, lalu saksi bersama keluarga meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api tersebut,” jelas Agus.

Sayangnya, penyebab pasti kebakaran ini masih belum diketahui.

Agus Hermawan menyampaikan bahwa pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkapkan akar peristiwa ini.

“Belum diketahui penyebabnya,” ucapnya dengan singkat.

Ketika kebakaran terjadi, tim pemadam kebakaran segera dihubungi dan merespon dengan cepat.

Baca Juga:Kamu Tau Gak, Apa Ciri Khas Kota Sumedang? Sini Aja Kalo Gak Tau!Pohon Bungur ‘Raksasa’ di Dusun Tenjolaut, Sumedang: Jejak Sejarah dan Keberadaan Langka

Agus Hermawan menjelaskan bahwa dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membara.

Meskipun tantangan besar, api berhasil dipadamkan dalam waktu satu setengah jam sejak kebakaran terjadi, sekitar pukul 19.10.

“Api berhasil dipadamkan sekira 19.10. Pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 500 juta,” ungkap Danramil.

Kerugian materiil sebesar itu mencakup hilangnya rumah beserta isinya yang hangus terbakar.

Meskipun nilai kerugian dapat diukur dalam angka, sulit untuk mengukur dampak emosional dan psikologis yang mungkin dirasakan oleh Nurdin dan keluarganya.

Peran warga sekitar dalam membantu memadamkan api juga patut diapresiasi.

Solidaritas masyarakat yang terwujud dalam upaya bersama untuk mengatasi bencana adalah gambaran nyata kekuatan komunitas.

Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan tindakan cepat dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran.

0 Komentar