Sederet Alasan Mengapa Pendakian Gunung Marapi Tetap Dibuka Padahal Sudah Waspada Sejak 2011?

Sederet Alasan Mengapa Pendakian Gunung Marapi Tetap Dibuka Padahal Sudah Waspada Sejak 2011?
Sederet Alasan Mengapa Pendakian Gunung Marapi Tetap Dibuka Padahal Sudah Waspada Sejak 2011? (ist/beautynesia)
0 Komentar

sumedangekspres – Sederet Alasan Mengapa Pendakian Gunung Marapi Tetap Dibuka Padahal Sudah Waspada Sejak 2011?

Jalur pendakian Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumbar, tampaknya masih dibuka meski dalam level siaga atau level II.
Letusan yang terjadi pada Minggu (3 Desember 2023) menyebabkan 75 pendaki terjebak.

Dari jumlah tersebut, 11 orang dilaporkan meninggal dan proses evakuasi masih berlangsung hingga saat ini. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Malapi menjadi Level II pada Januari 2023.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Sumedang Hari Ini, Waspada Akan Turun Hujan Deras!Seorang Perempuan di Bogor Ditemukan Tewas Usai Dianiaya Pacarnya

Status tersebut tidak memperbolehkan masyarakat sekitar dan pengunjung/wisatawan melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 km dari kawah/puncak Gunung Marapi.

Menyikapi situasi tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memutuskan menutup jalur pendakian.

Namun pada Juli lalu, BKSDA Sumbar kembali membuka jalur pendakian. Plh Kepala BKSDA Sumbar Dian Indriati mengatakan, keputusan pembukaan jalur pendakian kali ini diambil atas dukungan pihak pihak penting.

Diantaranya Pemda Agam, Pemda Tanah Datar, Dinas Pariwisata Sumbar, BPBD Tanah Datar, Basarnas, Walinagari Batupalano, Walinagari Ai Angek, Walinagari Koto Tuo.

Selain itu, lanjut Dian, pihaknya juga memiliki SOP (standar operasional prosedur) pendakian gunung.

Sejumlah rencana untuk menghadapi situasi darurat pun disebut sudah disiapkan oleh BKSDA Sumbar. Yakni, posko siaga nagari, rambu-rambu di jalur pendakian, hingga asuransi.

Dian mengatakan, meski situasi waspada, tidak hanya jalur pendakian di Gunung Malapi saja yang dibuka. Dia mengatakan banyak daerah lain telah menerapkan langkah serupa.

Baca Juga:Anies Baswedan: Jika Terpilih Jadi Presiden Akan Menstabilkan Harga SembakoViral! Pria Asal Tasik Ini Harus Menderita Diabetes di Usianya yang Masih Muda! Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat?

Dian menekankan bahwa hal ini dapat diterima selama manajemen mempunyai rencana mitigasi dan adaptasi bencana. Kini BKSDA Sumbar kembali menutup jalur pendakian Gunung Marapi pasca erupsi akhir pekan lalu.

“Pendakian TWA Gunung Marapi untuk Sementara Ditutup Sampai Waktu yang Belum Ditentukan,” demikian keterangan dalam unggahan di akun Instagram @bksda_sumbar.

Dalam unggahan itu juga disampaikan bagi para pendaki yang sudah memesan diminta untuk menjadwalkan ulang pendakian.

0 Komentar