Ditantang Anaknya, Ibu Ini Siksa Anak Sendiri Dengan Sadis

Ditantang Anaknya, Ibu Ini Siksa Anak Sendiri Dengan Sadis
Ditantang Anaknya, Ibu Ini Siksa Anak Sendiri Dengan Sadis (ist)
0 Komentar

sumedangekspres – Ditantang Anaknya, Ibu Ini Siksa Anak Sendiri Dengan Sadis.

Peristiwa tragis melibatkan seorang ibu muda di Surabaya, Jawa Timur, dengan inisial ACA (26), telah mengejutkan masyarakat.

Kasus ini mengungkapkan kisah penyiksaan yang dialami oleh anak kandung ACA sejak usia tujuh tahun hingga korban mencapai sembilan tahun.

Tindakan sadis ini dilakukan dengan alasan yang kontroversial, yakni mengikuti bisikan gaib yang menuntun ACA untuk menyiksa anaknya sendiri.

Baca Juga:Hari Ini Ulang Tahun ‘Sang Ibu’ ke-77Deklarasi Dukungan untuk Prabowo-Gibran Dari Puluhan Kiai Kampung di Sumedang

Kepolisian, dalam hal ini Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono, memberikan informasi terkait kejadian mengerikan ini berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap ACA.

“Usia korban saat ini sembilan tahun, yang mana sebelumnya korban ini telah dititipkan selama enam bulan di Dinsos Surabaya,” ungkap Hendro.

Namun, setelah kembali ke rumah, perlakuan kasar dari ACA masih terus berlangsung, mencapai tingkat kekejaman yang sulit dipercaya.

Salah satu contoh kekejaman yang diungkapkan Hendro adalah ketika korban dipaksa untuk minum air mendidih.

Tindakan kejam ini tidak hanya mencakup penyiksaan fisik, tetapi juga mencakup hukuman-hukuman yang tidak manusiawi.

Hendro menjelaskan, “Putrinya ini dididik sangat keras, seakan-akan apabila putrinya melakukan kesalahan, maka diberi sanksi hukuman. (Contohnya) cabut gigi menggunakan tang, disuruh air mendidih kemudian diikat.”

Kekejaman ini membuka mata banyak pihak terhadap realitas mengerikan yang dialami oleh anak tersebut di tangan ibunya sendiri.

Baca Juga:Ribuan Milenial Sumedang Ditargetkan Kerja di Jepang, Tertarik?Truk Batu Bara Terguling di Tikungan Ciromed Tanjungsari Sumedang

Informasi mengenai perlakuan kejam ini sampai ke pihak Dinsos Surabaya berdasarkan laporan. Langsung dari laporan tersebut, petugas Dinsos mengambil tindakan cepat untuk menjemput kembali korban dan merawatnya.

“Dinsos mengambil anak tersebut (korban) dan pada hari Selasa (16/1/2024), petugas Dinsos membawa korban ke Polrestabes Surabaya untuk membuat laporan polisi,” kata Hendro.

Tindakan Dinsos dalam menjemput korban menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab pihak berwenang untuk melindungi anak-anak yang menjadi korban kekerasan.

Melalui pemeriksaan terhadap pelaku, ACA, muncul jawaban yang mencengangkan terkait motivasi penyiksaan yang dilakukan oleh ibu tersebut. Hendro menyampaikan bahwa, “Jawaban (pelaku) sementara termotivasi oleh perihal mistis atau hal-hal gaib.”

Dalam pengakuannya, ACA mengklaim bahwa perilakunya dipengaruhi oleh amalan-amalan gaib, dan bahwa kemarahannya muncul ketika mata gelap.

0 Komentar