Mengenal Deretan Jenis Obat yang Tidak Membatalkan Puasa

Mengenal Deretan Jenis Obat yang Tidak Membatalkan Puasa
Mengenal Deretan Jenis Obat yang Tidak Membatalkan Puasa (sumber: pixabay)
0 Komentar

sumedangekspres – Bulan Ramadan merupakan bulan yang sakral bagi umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu ibadah utama yang dilakukan selama bulan ini adalah berpuasa.

Puasa merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang sehat secara fisik dan mampu melaksanakannya.

Namun, terkadang kondisi sakit tidak mengenal waktu, bahkan saat memasuki bulan puasa.

Baca Juga:Bagi Anda Dengan Golongan Penyakit Ini Tidak Boleh Asal Minum Kopi!Tips Berpuasa Ditengah Cuaca Panas, Yuk Simak!

Saat sakit pada bulan Ramadan, sebagian orang mungkin merasa ragu dalam mengonsumsi obat karena khawatir akan membatalkan puasa.

Namun, penting untuk diingat bahwa dalam Islam, kesehatan juga menjadi prioritas yang harus dijaga.

Untungnya, ada jenis obat yang tidak membatalkan puasa dan aman untuk digunakan saat sakit pada bulan puasa.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang tidak membatalkan puasa, diantaranya: 

1. Obat Tetes

Obat tetes mata, telinga, dan hidung tidak membatalkan puasa karena tidak masuk dalam saluran pencernaan.

2. Obat Kumur

Obat kumur digunakan untuk mencegah infeksi bakteri di dalam mulut. Selama tidak ditelan, penggunaan obat kumur tidak membatalkan puasa.

3. Obat Suntik melalui Kulit

Obat injeksi yang diberikan melalui kulit, otot, atau intravena tidak membatalkan puasa.

4. Cairan Infus

Baca Juga:Kiat Dalam Memilih Menu Sahur dan Berbuka Puasa yang Sehat dan Bikin Kenyang!Penggunaan Pengeras Suara Masjid, Menag: Kebutuhan Bagi Umat Islam

Cairan infus diberikan melalui pembuluh darah vena dan tidak akan membatalkan puasa karena tidak masuk melalui saluran pencernaan.

 

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa pemberian makanan melalui intravena dianggap membatalkan puasa karena makanan tersebut langsung masuk ke dalam saluran pencernaan.

Dalam menggunakan obat saat puasa, penting untuk berkonsultasi dengan ahli medis atau apoteker untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu.

Selain itu, perlu juga diingat untuk tetap menjaga pola makan yang sehat saat berbuka dan sahur agar tetap bugar selama bulan Ramadan.***

0 Komentar