Aksi Perang Sarung Tutup Jalan Nasional, Kapolsek Datangi Sekolah Imbau Siswa Tidak Mengulangi Lagi

TENGAH MALAM: Sejumlah remaja terlihat saling melemparkan sarung, kejadian terekam kamera CCTV di depan Gudang
TENGAH MALAM: Sejumlah remaja terlihat saling melemparkan sarung, kejadian terekam kamera CCTV di depan Gudang Pupuk atau Tahu Bagus Sari, di Dusun Legok, perbatasan Desa Legok Kidul, Kecamatan Paseh, baru-baru ini.
0 Komentar

sumedangekspres, PASEH – Aksi perang sarung yang melibatkan dua kelompok remaja viral di media sosial, seperti Instagram dan Grup Whatsapp. Kejadian yang terjadi di Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang  terekam CCTV.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, aksi perang sarung dilakukan di tengah jalan nasional Bandung – Cirebon, tepatnya di depan Gudang Pupuk atau Tahu Bagus Sari, di Dusun Legok, perbatasan Desa Legok Kidul, Kecamatan Paseh, Kamis (14/3) sekitar 00.02 WIB dini hari.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Paseh AKP Tedi membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Baca Juga:Musim Ekstrem, Warga Harus Waspada Angin KencangTNI Pantau Harga Pangan

Dia menegaskan, pihaknya masih menyelidiki adanya kejadian perang sarung antara dua kelompok remaja tersebut.

“Barusan saya baru pulang dari TKP. Lalu menemui Kepala SMP atau guru, untuk mengarahkan para siswa tidak terlibat perang sarung dan kenakalan lainnya,” kata Kapolsek, Kamis (14/3).

Dia mengakui, saat ini lagi mengarahkan anggota untuk patroli di titik rawan dan pada jam rawan. 

“Selain itu, meningkatkan peran Babinkamtibmas dan Babinsa untuk melaksanakan penyuluhan dan patroli bersama,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh Budi Kurniawan mengaku mendapatkan laporan dari kepala dusun (Kadus), kejadiannya di depan Tahu Bagus. 

Namun, Budi belum mengetahui identitas sekelompok remaja yang terlibat aksi perang sarung tersebut.

“Kami tengah mencari tahu indentitas remaja yang melakukan perang sarung tersebut. Karena hingga saat ini belum ada gambaran siapa saja remaja itu,” katanya.

Baca Juga:Pedagang Tradisional Lebih Pilih Transaksi ManualPembangunan Masjid Terkendala Biaya

Budi menjelaskan, sebelumnya kasus serupa pernah terjadi di wilayah Kecamatan Paseh pada Ramadan tahun lalu. Namun, waktu itu identitas remaja yang melakukan perang sarung dapat diketahui dan diselesaikan di Polsek Paseh.

“Dulu pernah terjadi memang dan harus diselesaikan di Polsek Paseh. Tapi kalau yang kejadian semalam kita belum mengetahui identitasnya. Bisa saja kan orang luar yang hanya memanfaatkan tempat di situ saja,” ujar Budi.

Budi menegaskan, aksi perang sarung ini bukanlah tradisi di wilayah Paseh.

“Ini bukan tradisi, tapi semacam keisengan remaja saja. Namun, yang dikuatirkan ada remaja yang sengaja menambahkan batu ke dalam sarung yang digunakan untuk perang sarung tersebut,” tandasnya. (red/bim)

0 Komentar