SMPN 2 Sumedang Isi Ramadan dengan Peski

OPTIMIS: Salah seorang guru saat memberikan materi yang diikuti secara khusus oleh para siswa, dalam kegiatan
OPTIMIS: Salah seorang guru saat memberikan materi yang diikuti secara khusus oleh para siswa, dalam kegiatan pesantren kilat di SMPN 2 Sumedang, kemarin.
0 Komentar

sumedangekspres, KOTA – Kegiatan budi pekerti dan pesantren kilat (Peski) Ramadan di SMPN 2 Sumedang  dilaksanakan selama delapan hari. Kemudian seminggu kemudian dilaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) biasa. 

Hal tersebut dikatakan Kepala SMPN 2 Sumedang H Iryan Resmana MPd., melalui Wakasek bid Kurikulum N Tuty Sobariah SPd MPd, kepada Sumeks, kemarin.

Lebih jauh N Tuti mengatakan, untuk materi budi pekerti dilaksanakan selama enam hari. Sedangkan kegiatan ke agamaan pesantren kilat dilaksanakan dua hari.

Baca Juga:Pelaku Perang Sarung Berujung Minta MaafGeopark Cisaar Magnet Wisata Jatigede

“Waktu kegiatan dilaksanakan dari jam 07.30 sampai jam 12.00. Empat jam pertama kemudian istirahat, lalu dilanjutkan tiga jam berikutnya. Jadi setiap hari itu hanya tujuh jam, kecuali hari Kamis, 6 jam dan hari Jumat 3 jam. Jadi full semuanya selama KBM di bulan Ramadan ini jumlah jamnya hanya 30 jam per Minggunya,” tandasnya.

N Tuty menuturkan, terkait dengan materi Budi pekerti pihaknya membuat modul yang disampaikan kepada siswa oleh semua guru mata pelajaran dan untuk kegiatan pesantren kilat diisinya oleh guru agama.

Ia juga menjelaskan sistem pembelajaranya, selain  pemberian materi berupa modul anak-anak juga diberi buku Ramadan dan mereka wajib menulisnya.

“Kami sudah bagikan bagaimana buku panduannya, kemudian mereka wajib mengisi secara teratur,  tujuannya agar mereka belajar jujur. Kemudian harapannya mereka melaksanakan ibadah secara Istiqomah itu untuk buku Ramadan. Sedangkan untukbudi pekerti karena disini banyak sekali materi yang disampaikan di antaranya materi tentang adab bersalaman, kita sampaikan di modul kemudian modul yang lain membahas mengenai Adab ke orang tua, kemudian ada materi tentang bahayanya lisan dan yang lainnya,” ucapnya.

Pihak sekolah berharap dengan kegiatan tersebut adanya perubahan perilaku dari semua siswa.

“Dengan semua materi budipekerti ini diharapkan adanya perubahan perilaku para siswa,  jadi harapannya tidak hanya di bulan Ramadan, tapi nanti imbasnya setelah bulan Ramadan lewat perilaku para siswa tetap seperti sekarang saat mereka mengikuti Pesantren kilat sekarang dan menjadi pribadi yang tetap teguh dalam menjalankan syariat agamanya,” pungkasnya. (ahm)

 

0 Komentar