Rasulullah sangat memperhatikan dengan ilmu itu, karena itu menjadi cahaya, menjadi penerang dalam kegelapan. Dengan adanya ilmu yang kita dapatkan dan miliki, maka ada tugas suci yang diamanatkan, di mana ilmu itu harus disampaikan kembali kepada orang lain yang ada di sekitar kita.
Dengan berbagai cara dan upaya yang dapat dilakukan dalam penyampaian ilmu yang kita miliki itu, baik secara langsung (off line) maupun tidak langsung (online).
Karena pada prinsipnya belajar itu dari siapa saja ilmu itu kita peroleh dan miliki baik dari sesama muslim , bahkan dari luar muslim dan asalkan itu tidak ada dosa dan bukan perkara-perkara yang bersifat kebohongn (hoax).
Baca Juga:Pemkab Sumedang Berikan Bantuan Insentif Untuk Guru dan Ustadz Pondok PesantrenTuti Ruswati Kembali Jabat Pj Sekda Sumedang
Maka Rasulullah pun menyampaikan pesannya kepada kita umatnya untuk menyampaikan dari apa-apa yang beliau kabarkan melalui hadits berikut :
Dari Abdullah bin Umar R.A ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat, dan ceritakanlah apa yang datang dari bani Israil dan tidak ada dosa, dan barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di dalam neraka.” (HR. Bukhori)
Keutamaan Ilmu dan Hikmahmya.
Artinya:Ibnu Mas’ud RA berkata: kalian mesti berilmu (menguasai ilmu) sebelum mati menjemput. Maka demi dzat yang menguasai diri yang menyayangi seseorang yang meninggal di jalan Allah dengan mati syahid.
Sesungguhnya Allah akan membangkitkannya (ulama) karena kemuliaannya. Sesungguhnya seorang dilahirkan tanpa ilmu dan ilmu bisa di dapat melalui dipelajari. (H.R. Tirmidzi).
“Ilmu adalah gudang dan kuci pembuka gudang tersebut adalah pertanyaan/ permintaan. Maka kalian bertanyalah (pada guru / ulama) maka kalian akan di rahmat Allah, sesungguhnya ada empat orang yang akan pendapat / diberi pahala yaitu, orang yang bertanya, yang mengajarkan, yang mendengarkan, dan yang mencintai pada orang-orang tersebut.” (H.R. Abu Nua’im dari Ali
Dari Amr Bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya berkata : Raulullah SAW bersabda : “Perintahkanlah anakmu untuk melakukan shalat, pada saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka pada saat mereka berusia sepuluh tahun jika mereka meninggalkan shalat dan pisahkanlah mereka dalam hal tempat tidur. (HR. Abu Dawud).
