Dicabutnya umur atau meninggalnya para orang yang alim yang berada di lingkungan sekitar kita. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai beikut :
Dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan mencabutnya dari manusia tetapi Allah mengambil ilmu dengan cara mengambil para ulama, sehingga jika Dia tidak meninggalkan seorang alim, maka orang-orang menjadikan pemimpin mereka orang-orang yang bodoh, lalu mereka ditanya maka mereka menjawab tanpa dengan ilmu, jadilah mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Bukhori).
Bagaimana caranya kita menjaga ilmu itu ? Sebuah pertanyaan untuk kita renungkan dan dijadikan kajian bersama. Bahwa ilmu itu harus dijaga agar manusia dalam hiidupnya tidak dalam kegelapan, maka diperlukan secara bersama-sama untuk melakukan gerakan bersama dalam merdeka belajar dengan upaya mengumpulkan ilmu yang kita miliki lalu diamalkan.
Ada pun dari salah satu keterangan hadits disebutkan sebagai berikut :
Baca Juga:Pemkab Sumedang Berikan Bantuan Insentif Untuk Guru dan Ustadz Pondok PesantrenTuti Ruswati Kembali Jabat Pj Sekda Sumedang
“Belajarlah kalian semua atas ilmu yang kalian inginkan, maka demi Allah tidak akan diberikan pahala kalian sebab mengumpulkan ilmu sehingga kamu mengamalkannya.” (HR. Abu Hasan).
Betapa pentingnya ilmu itu, sehingga Rasululllah menyuruh lita untuk menuntut ilmu itu dimana pun sampai kapan pun karena wajibnya mencari ilmu itu.
Ada keterangan dalam sebuah hadits berikut yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdul Barr , Abu Daud dan Tirmidzi :
Dari Ibnu Abbas R.A Ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Carilah ilmu sekalipun di negeri Cina, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi seorang muslim laki-laki dan perempuan.
Dan sesungguhnya para malaikat menaungkan sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu karena ridho terhadap amal perbuatannya.” (H.R Ibnu Abdul Barr).
Dari Abu Darda’ R.A, beliau berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu yang ridho terhadap apa yang ia kerjakan, dan sesungguhnya orang yang alim dimintakan ampunan oleh orang-orang yang ada di langit dan orang-orang yang ada di bumi hingga ikan-ikan yang ada di air, dan keutamaan yang alim atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan tidak mewariskan dirham, melainkan mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengabilnya maka hendaklah ia mengambil dengan bagian yang sempurna.” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi).
