sumedangekspres – Siapa sangka, di balik sosok artis yang selalu tampil ceria, Baim Wong pernah mengalami masa-masa sulit.
Bisnisnya berkali-kali bangkrut, utang menumpuk, dan bahkan sempat dilarang orang tuanya untuk berbisnis kuliner lagi. Tapi, Baim tidak pernah nyerah. Dia terus coba dan coba lagi sampai akhirnya bisa bangkit seperti sekarang.
Pada 2012, bisnisnya bangkrut dan dia harus menanggung utang sebesar Rp1,5 miliar seorang diri. Namun, semangatnya untuk bangkit tidak padam. Sayangnya, perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus, karena pada 2018, dia kembali merasa terpuruk setelah memutuskan keluar dari rumah produksi tempatnya bekerja.
Baca Juga:Pengeluaran Biaya Ojek Online Tasya Farasya Bikin Penggemar MelongoUang Senilai Rp.600 Juta Raib dalam 28 Menit, Begini kronologi Perampokan di Rumah Aktor Seinor Adrian Maulana
Baim mengungkapkan, ada dua titik terendah dalam hidupnya, yakni tahun 2012 dan 2018. Pada 2012, restoran Pablo di Kemang yang dia kelola harus tutup, dan dia harus menanggung utang besar. Kemudian pada 2018, dia keluar dari Sinemart, yang menjadi titik rendah lainnya dalam hidupnya. Selain itu, Baim juga sering gagal dalam bisnis kuliner yang ia coba jalani.
Dari 2007 hingga 2013, restoran-restoran yang dia buka selalu bangkrut. Bahkan, orang tuanya sempat melarangnya untuk terus mencoba bisnis restoran.
Meski begitu, Baim tidak pernah menyerah. Dia terus mencoba lagi dan lagi meski sering gagal.
“Keputusan itu pasti banyak salah, cuma gimana kita melihat sisi positifnya, bangkit lagi, bangkit lagi,” pungkasnya. Baim percaya bahwa kegagalan hanyalah batu loncatan untuk terus maju.
