KOTA – Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara tengah mempersiapkan sebuah program inovatif untuk menggali potensi ekonomi warga melalui budidaya ikan dan penanaman Ubi Cilembu. Program ini diinisiasi oleh Lurah Talun, Deni Irawan S.Sos, sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat tanpa ketergantungan pada bantuan pemerintah.
Menurut Deni, fenomena sosial saat ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih sangat bergantung pada bantuan sosial. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang sederhana namun berkelanjutan agar warga dapat memiliki sumber penghasilan tambahan secara mandiri.
“Kami berusaha menggali potensi yang ada di masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah yang tujuan utamanya adalah membuka peluang kerja baru sehingga masyarakat dapat memiliki penghasilan tambahan dari kegiatan sehari-hari. Kami mulai dari sesuatu yang mudah dan dekat dengan lingkungan,” ujar Deni.
Baca Juga:Tantangan Fiskal 2026 Kian Berat: Sumedang Perlu Maksimalkan Pendapatan Pajak DaerahPKL Depan PT Kahatex Ditertibkan Lagi, Trantibum Cimanggung Tekankan Disiplin Waktu Berjualan
Salah satu program yang telah direncanakan adalah penanaman Ubi Cilembu memakai karung. Kelurahan Talun telah menjalin koordinasi dengan salah seorang peneliti tanaman yaitu Prof. Dr. Surahman, serta Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sumedang, untuk memberikan pendampingan teknik budidaya yang baik dan benar. Pendekatan ini dilakukan agar hasil panen tidak hanya berhasil tumbuh, tetapi juga memiliki kualitas dan kuantitas yang layak jual.
Selain itu, Kelurahan Talun juga menyiapkan program percontohan budidaya ikan lele yang bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sumedang. Kepala Dinas Perikanan telah menyetujui untuk memberikan bibit ikan secara gratis sebagai tahap awal uji coba.
” Jika program pilot ini berjalan sukses, bibit akan dibagikan ke tujuh RW di wilayah Kelurahan Talun. Insya Allah tahun depan kami mulai panen. Ubi membutuhkan waktu kurang lebih empat sampai lima bulan. Jika hasilnya baik, akan kami bagikan gratis ke lingkungan lain, begitu juga dengan ikan,” ucap Deni.
Program tersebut merupakan wujud komitmen Kelurahan Talun menjalankan amanah Bupati dan Wakil Bupati Sumedang untuk menghadirkan inovasi pembangunan tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena kelurahan Talun sudah membuka kemitraan dengan perusahaan melalui CSR serta mengajak pelaku usaha lokal untuk berkolaborasi meringankan beban masyarakat.
