Bawang Putih Mulai Merangkak Naik di Sejumlah Pasar Sumedang, Beras Premium Sempat Melonjak 104 Persen

Bawang Putih Mulai Merangkak Naik di Sejumlah Pasar Sumedang, Beras Premium Sempat Melonjak 104 Persen
MENATA DAGANGAN: Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Sumedang. Sejumlah komoditas pangan mengalami fluktuasi sepanjang Mei hingga Juni 2026, dengan bawang putih menjadi komoditas yang masih menunjukkan tren kenaikan dan perlu diwaspadai. (Dok. UPT Pasar Tanjungsari)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – – Pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sumedang sepanjang 10 Mei hingga 10 Juni 2026 menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam.

Meski sebagian besar komoditas kembali stabil setelah mengalami lonjakan sesaat, bawang putih menjadi satu-satunya komoditas yang hingga kini masih menunjukkan tren kenaikan dan berpotensi terus bergerak naik.

Berdasarkan hasil pemantauan Sistem Informasi Neraca dan Pengendalian Harga (SINDANG) Kabupaten Sumedang, kenaikan harga bawang putih terdeteksi pada 8 Juni 2026. Harga komoditas tersebut naik 6,52 persen dari rata-rata harga mingguan Rp35.675 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Baca Juga:Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sejumlah SPBU di Sumedang Kehabisan StokTransformasi Wealth Management Berbuah Prestasi, BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private

Berbeda dengan komoditas lainnya yang segera kembali ke kisaran normal, kenaikan bawang putih hingga kini masih berlanjut dan menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi daerah.

“Komoditas yang masih perlu diwaspadai adalah bawang putih karena hingga akhir periode pemantauan masih menunjukkan kenaikan dan berpotensi berlanjut,” demikian hasil analisis data SINDANG Kabupaten Sumedang, Rabu (10 Juni 2026).

Selain bawang putih, lonjakan paling mencolok terjadi pada beras premium. Pada 6 Juni 2026, harga beras premium tercatat melonjak hingga 104,18 persen dibandingkan rata-rata harga mingguan. Harga yang semula berada di kisaran Rp18.570 per kilogram naik menjadi Rp37.917 per kilogram.

Namun kenaikan tersebut hanya berlangsung sehari. Pada 7 Juni, harga kembali turun menjadi Rp15.500 per kilogram atau berada di bawah rata-rata mingguan.

Fenomena serupa juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya. Harga daging sapi murni naik 7,96 persen pada 27 Mei 2026 dan bertahan selama empat hari sebelum kembali mendekati harga normal.

Sementara cabai merah keriting mengalami dua kali lonjakan harga selama periode pemantauan. Kenaikan pertama terjadi pada 17 Mei sebesar 7,49 persen dan kembali naik pada 2 Juni sebesar 7,84 persen. Meski demikian, harga cabai kembali turun setelah beberapa hari.

Cabai rawit merah domba juga sempat mengalami kenaikan 8,29 persen pada 24 Mei sebelum kembali normal sehari kemudian.Di kelompok bumbu dapur, bawang merah tercatat naik 7,22 persen pada 30 Mei 2026. Namun lonjakan tersebut tidak berlangsung lama dan harga segera kembali mendekati rata-rata pasar.

Baca Juga:BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Wujudkan Pengalaman Transaksi Luar Negeri yang Makin Mudah Disarpus Sumedang Gelar Lomba Resensi Buku untuk Pelajar

Pemantauan SINDANG juga menemukan kenaikan sesaat pada komoditas garam beryodium, kacang kedelai impor, dan kacang tanah. Bahkan kacang kedelai impor sempat melonjak hingga 94,06 persen pada 28 Mei 2026 sebelum kembali normal keesokan harinya.

0 Komentar