“Kita ingin memastikan bahwa tamu atau masyarakat di setiap lingkungan tahu harus bergerak ke mana ketika terjadi gempa,” kata Ahmad di kantornya, baru-baru ini.
Menurut Ahmad, jalur evakuasi akan dipetakan secara bertingkat: zona gedung perkantoran dan fasilitas publik, zona permukiman tingkat RT dan RW, level desa/kecamatan, hingga jalur evakuasi besar yang terhubung dengan titik pengungsian kabupaten.
“Nanti akan dipasang panduan evakuasi secara jelas di setiap lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga:Opera SabunPasokan Air Baku ke Indramayu Terancam Dihentikan, Menhut SP3 PDAM Tirta Kamuning
Pada skala kabupaten, titik pengungsian juga tidak terpaku pada satu lokasi. BPBD menyiapkan skema multi-titik agar masyarakat tidak terkonsentrasi di satu area yang bisa menimbulkan risiko baru.
“Ada titik A, B, C, dan D. Jadi ketika terjadi gempa besar, warga sudah tahu harus menuju ke mana secara teratur,” jelas Ahmad.
Respons atas Kekhawatiran Publik Soal Siklus Gempa 600 Tahunan
Sejak munculnya pembahasan mengenai siklus gempa 600 tahunan di Cekungan Bandung, perhatian publik meningkat. Meski tidak dapat dipastikan kapan terjadi, informasi tersebut digunakan BPBD sebagai dasar memperkuat kesiapsiagaan.
“Itu menjadi pengingat bagi kita semua. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Ahmad. Karena itu, BPBD mempercepat perencanaan di wilayah dengan kerentanan tinggi seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, KBB, termasuk Sumedang sendiri.
Namun Ahmad menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Kuncinya bukan ketakutan, melainkan kesiapsiagaan yang terstruktur.
BPBD menyadari pekerjaan besar ini tidak mungkin dikerjakan sendirian. Penataan jalur evakuasi membutuhkan kolaborasi banyak pihak: pemerintah desa dan kecamatan, satuan pendidikan, instansi pemerintahan, pengelola gedung, lingkungan RW dan kelurahan dan sektor swasta dan industri
“Perkantoran, sekolah, lingkungan RW, kecamatan semuanya harus ikut menetapkan jalur evakuasinya masing-masing. BPBD hanya mengoordinasikan,” katanya.
Baca Juga:Review PERSIB vs Borneo FC: Comeback Dramatis, Stadion GBLA Meledak SorakCabai Rawit Tembus Rekor Baru! Simak Daftar Harga Pangan Terupdate
Yang paling penting, lanjutnya, bukan hanya pemasangan rambu, tetapi pemahaman masyarakat mengenai jalur evakuasi itu sendiri.
“Kalau terjadi bencana tiba-tiba, jangan sampai masyarakat berlarian sembarangan. Itu berbahaya. Mereka harus tahu ke mana harus menuju,” tegas Ahmad.
