SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Mahkota Binokasih, pusaka utama Keraton Sumedang Larang, menjadi sorotan dalam rencana revitalisasi keraton yang disiapkan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia.
Mahkota emas peninggalan Kerajaan Sunda tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi mencapai Rp16 miliar, sekaligus menyimpan nilai sejarah peradaban yang tak ternilai.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, keberadaan Mahkota Binokasih menjadi salah satu alasan kuat Keraton Sumedang Larang masuk agenda revitalisasi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:Mahkota Emas 8 Kilogram Jadi Sorotan, Fadli Zon: Keraton Sumedang Larang Bukti Kejayaan SundaMenteri Kebudayaan Terpukau, Keraton Sumedang Larang Dinilai Simpan Sejarah Besar Nusantara
“Keraton Sumedang Larang memiliki potensi budaya yang luar biasa. Salah satunya Mahkota Binokasih yang terbuat dari emas dengan berat sekitar delapan kilogram, nilainya diperkirakan mencapai Rp16 miliar,” ujar Fadli saat berkunjung ke Sumedang, Sabtu (17/1/2026).
Pusaka Emas Bernilai Tinggi
Mahkota Binokasih–yang juga dikenal sebagai Mahkota Sanghyang Pake– merupakan simbol legitimasi kekuasaan Sunda sejak era Kerajaan Pajajaran.
Setelah runtuhnya Pajajaran, mahkota tersebut diserahkan kepada Sumedang Larang sebagai tanda kesinambungan kekuasaan dan peradaban Sunda.
Selain nilai historisnya, kandungan emas dengan bobot mencapai delapan kilogram membuat mahkota ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Namun, Fadli menegaskan bahwa nilai sesungguhnya Mahkota Binokasih tidak semata diukur dari harga materialnya. “Nilai budaya dan sejarahnya jauh lebih besar daripada sekadar nilai emasnya,” tegasnya.
Disiapkan Jadi Ikon Budaya Dunia
Fadli Zon bahkan membandingkan potensi Mahkota Binokasih dengan karya seni dunia yang memiliki nilai simbolik tinggi.
“Mahkota emas di Keraton Sumedang Larang ini bisa menjadi produk budaya unggulan dunia seperti lukisan Monalisa. Tetapi harus didukung kerangka cerita, narasi sejarah, literasi yang kuat, dan kemasan yang tepat,” ujarnya.
Baca Juga:Bupati Sumedang: Budaya Bukan Sekadar Warisan, Tapi Fondasi Pembangunan DaerahPenertiban PKL Jalur Kahatex Didukung, Forum Cimanggung Bersatu Ingatkan Jangan Tebang Pilih
Menurutnya, penguatan narasi sejarah menjadi kunci agar Mahkota Binokasih tidak hanya dikenal sebagai benda pusaka bernilai miliaran rupiah, tetapi juga sebagai ikon peradaban Sunda di tingkat global.
Revitalisasi Diawali Pemetaan
Sebagai langkah awal, Kemenbud akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap Keraton Sumedang Larang, termasuk kondisi bangunan, koleksi pusaka, dan aspek sejarah yang melekat pada Mahkota Binokasih.
Pemetaan ini akan menjadi dasar perencanaan revitalisasi fisik sekaligus pengembangan fungsi keraton sebagai pusat kebudayaan dan destinasi sejarah.
