SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Di tengah lalu-lalang kendaraan dan kesibukan warga Kota Sumedang, sosok Uyu, seorang pedagang asongan dengan keterbatasan fisik, masih setia menyusuri jalanan demi mencari sesuap nasi. Langkahnya mungkin tak sempurna, namun semangat hidupnya justru utuh dan tak tergoyahkan.
Uyu, pria lanjut usia asal Situraja, kini tinggal bersama uanya di kawasan Cipancar. Ia hidup sebatang kara, tidak menikah, dan menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil berjualan camilan kering yang dijajakan dari satu tempat ke tempat lain.
Keterbatasan fisik yang dimilikinya tak membuat Uyu menyerah pada keadaan. Setiap hari, ia memilih bekerja dengan jujur, mengandalkan sisa tenaga dan keteguhan hati, tanpa berharap belas kasihan dari siapa pun.
Baca Juga:Caffe Cepot Ngesot, Tempat Nongkrong Pecinta Musik yang Menghidupkan Nuansa Seni di SumedangMinim PJU, Jalan Bandung–Garut Gelap Gulita, Balap Liar Marak di Depan Kahatex
“Kadang dapat, kadang tidak. Harapannya dagangan bisa laku setiap hari supaya cukup untuk kebutuhan,” ujar Uyu lirih.
Perjalanan hidup Uyu tidaklah mudah. Ia mengaku telah mulai bekerja sejak puluhan tahun lalu. Sebelumnya, Uyu pernah bekerja di sebuah toko rokok dengan upah hanya 500 perak per hari. Namun, setelah toko tersebut tutup, ia memilih bertahan dengan berjualan camilan kering yang diambil dari orang lain untuk dijual kembali.
Cuaca yang tak menentu, persaingan dagang, hingga kondisi fisik yang terbatas menjadi tantangan sehari-hari. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir keteguhan. Uyu terus berjualan, menolak menyerah pada nasib.
Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Uyu menjadi cermin bagi banyak orang. Bahwa hidup, seberat apa pun jalannya, tetap layak diperjuangkan dengan kejujuran dan kerja keras.
Kisah Uyu diharapkan mampu menggugah kepedulian masyarakat agar lebih menghargai jerih payah para pekerja kecil di jalanan. Perjuangannya menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir segalanya, melainkan awal dari ketabahan, kesabaran, dan rasa syukur yang mendalam. (kki)
