Razia Dunia Malam Sumedang, Satpol PP Amankan 11 Orang dari Hotel dan Tempat Hiburan Jelang Tahun Baru 2026

Satpol PP Sumedang
MENYISIR: Petugas Satpol PP Sumedang memeriksa hotel dan penginapan saat razia dunia malam guna menjaga ketertiban umum, pada Rabu (31/12/2025).(Yoga/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Sebanyak 11 orang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang menyasar hotel, penginapan, dan tempat hiburan malam.

Penindakan dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum dan menekan potensi penyakit masyarakat.

Operasi digelar pada Rabu (31/12/2025) malam hingga Kamis dini hari, mulai pukul 22.00 WIB hingga 02.00 WIB, di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Tomo, Kecamatan Ujungjaya, dan kawasan Sumedang Kota.

Baca Juga:Masjid Al Falah Desa Tanjungmekar Gelar Peringatan Rajaban, Warga Diajak Perbaiki IbadahAktivitas Warga Meningkat, Arus Lalu Lintas di Sekitar Pasar Semi Modern Sumedang Padat Jelang Tahun Baru

Kasi Penyidik Satpol PP Sumedang, Angga Kusuma Putra, mengatakan pengamanan dilakukan di dua titik hotel dan penginapan yang disinyalir rawan praktik prostitusi.

“Dalam operasi pekat ini, kami mengamankan sebelas orang dari dua lokasi hotel dan penginapan di wilayah Tomo dan Sumedang Kota,” ujar Angga.

Sebelas orang yang diamankan terdiri dari pasangan yang belum menikah serta wanita pemandu karaoke yang tidak dapat menunjukkan identitas diri saat pemeriksaan berlangsung. Seluruhnya kemudian dibawa untuk pendataan dan pembinaan lebih lanjut oleh Satpol PP.

“KTP kami amankan, dan selanjutnya mereka akan dipanggil ke kantor Satpol PP untuk proses pendataan,” jelasnya.

Selain mengamankan 11 orang, operasi pekat juga menyasar tiga titik tempat hiburan malam, khususnya karaoke di wilayah Ujungjaya dan Tomo. Dari lokasi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah minuman keras.

Angga menegaskan, kegiatan operasi pekat akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengawasan dunia malam menjadi penting untuk mencegah potensi gangguan sosial, terutama pada momen meningkatnya aktivitas masyarakat.(yga)

0 Komentar