SUMEDANG EKSPRES, KOTA — Di tengah maraknya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak-anak, upaya memperkuat budaya literasi pelajar terus dilakukan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong kunjungan langsung pelajar ke perpustakaan daerah melalui kebijakan lintas sektor.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Cacu Irmana, mengatakan kebijakan tersebut diperkuat dengan penerbitan surat edaran yang dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan dan ditindaklanjuti melalui edaran Bupati kepada seluruh satuan pendidikan.
“Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA, termasuk koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII,” ujar Cacu, kepada Sumedang Ekspres, baru-baru ini.
Baca Juga:Tolak Relokasi Sebelum Musyawarah, Pedagang Pasar Cimalaka Tegaskan SikapMarak Penipuan Loker Luar Negeri Bergaji Fantastis, Disnakertrans Sumedang Ingatkan Warga Jangan Gegabah
Melalui edaran tersebut, sekolah diimbau secara aktif mengajak peserta didik berkunjung ke Perpustakaan Daerah sebagai bagian dari upaya menumbuhkan minat baca sejak dini, terutama di tengah dominasi gawai dan konten digital.
Menurut Cacu, kebijakan tersebut menunjukkan dampak positif. Sebelum masa libur sekolah, kunjungan pelajar ke perpustakaan tercatat cukup tinggi, berkisar antara 75 hingga 300 orang per hari.
“Saat ini kunjungan memang sedikit menurun karena libur sekolah, dengan jumlah sekitar 50 orang per hari. Namun secara umum, minat pelajar untuk datang ke perpustakaan terus menunjukkan tren yang baik,” jelasnya.
Selain peran sekolah, Cacu menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mengembalikan kebiasaan membaca buku fisik. Ia menilai, budaya membaca buku cetak mulai tergerus oleh kebiasaan membaca pesan singkat dan konten media sosial di gawai.
“Anak-anak perlu kembali dibiasakan membaca buku fisik. Namun ini tidak cukup hanya dengan kebijakan pemerintah. Orang tua harus ikut berperan aktif di rumah,” tegasnya.
Ia menambahkan, keteladanan orang tua menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan minat baca anak. Orang tua diharapkan tidak hanya menyuruh anak membaca, tetapi juga memberi contoh nyata dengan membaca buku fisik.
“Budaya literasi harus dibangun bersama. Jika orang tua memberi contoh, minat baca anak akan tumbuh secara alami,” pungkasnya.
