SUMEDANG EKSPRES, GANEAS – Kail yang dilempar para pemancing ke perairan Bendungan Jatigede tak hanya menunggu sambaran ikan. Di daratan, roda ekonomi warga ikut berputar, menghidupi pedagang kecil yang menggantungkan harapan dari hobi memancing.
Setiap pemancing yang datang membawa peluang rezeki bagi penjual umpan, gorengan, hingga minuman. Salah satunya dirasakan Ida, pedagang lukut asal Desa Sukaluyu, Kecamatan Ganeas, yang sehari-hari melayani kebutuhan umpan para pemancing.
“Lukutnya beli dulu, baru dijual ke pemancing. Tapi kualitas itu paling penting. Kalau jelek, tidak bisa dijual,” ujar Ida kepada Sumedang Ekspres, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:Dari Kantor ke Lingkungan Warga, Bank Sampah Sumedang Selatan Mulai Ubah Pola Kelola SampahDarurat Perumahan di Sumedang, Pemkab Bentuk Forum PKP Hadapi Rutilahu dan Kawasan Kumuh
Ida mengaku cuaca sangat memengaruhi kualitas umpan. Saat kondisi alam kurang bersahabat, stok lukut menurun dan penjualan ikut terdampak. Meski demikian, kehadiran pemancing tetap menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Cerita serupa datang dari Naura, pedagang makanan dan minuman di wilayah Kecamatan Darmaraja. Ia menyebut omzet dagangannya sangat bergantung pada ramainya pemancing di kawasan Jatigede.
“Kalau hari biasa relatif sepi, mungkin karena orang-orang pada bekerja,” katanya.
Namun suasana berubah saat akhir pekan dan hari libur nasional. Jumlah pemancing melonjak, dan aktivitas dapur pun ikut meningkat.
“Kalau Sabtu-Minggu atau hari libur biasanya ramai. Masak nasi dan lauk bisa sampai dobel,” tutur Naura.
Gorengan, lauk-pauk, serta air minum galon lima liter menjadi dagangan paling cepat habis. Banyak pemancing datang membawa nasi dari rumah, lalu melengkapi kebutuhan makan mereka dari pedagang sekitar bendungan.
Bagi pelaku usaha kecil, ramainya pemancing di Bendungan Jatigede bukan sekadar hiburan akhir pekan, melainkan denyut ekonomi yang nyata. Aktivitas wisata dan hobi sederhana ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi warga lokal, dari penjual umpan hingga pedagang makanan rumahan. (ka)
